Guna mendorong terwujudnya tata kelola lingkungan dan ekonomi yang berkelanjutan, telah diselenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kajian Kesiapan Kabupaten untuk Investasi Lanskap”. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara pada bulan April 2024.
FGD ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan kunci, dengan dominasi kehadiran dari jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara, tim fasilitator, serta perwakilan masyarakat sipil. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaktif.
Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk memetakan sejauh mana kesiapan Kabupaten Tapanuli Utara, baik dari segi kebijakan, kelembagaan, maupun potensi sumber daya, dalam menerima dan mengelola investasi yang berwawasan kelestarian alam atau investasi lanskap.
Menariknya, bahasan dalam FGD ini tidak berdiri sendiri, melainkan diintegrasikan dengan visi besar pembangunan daerah. Dalam salah satu sesi pemaparan yang terekam, diskusi investasi lanskap ini diselaraskan dengan penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Tapanuli Utara 2025-2045. Hal ini menegaskan bahwa investasi lanskap diproyeksikan sebagai salah satu fondasi utama bagi Tapanuli Utara untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis di masa depan.
Dalam suasana diskusi yang cair namun serius, para peserta tampak berkolaborasi merumuskan indikator-indikator kesiapan daerah. Pendekatan bentang alam (lanskap) dinilai krusial karena tidak hanya fokus pada peningkatan komoditas atau ekonomi semata, tetapi juga memperhitungkan daya dukung lingkungan, mitigasi perubahan iklim, dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Rangkaian acara ditutup dengan sesi foto bersama yang menampilkan kehangatan dan sinergi antar pihak yang hadir. Melalui FGD dan kajian ini, diharapkan Kabupaten Tapanuli Utara dapat melangkah lebih maju menjadi daerah yang tangguh, inklusif, dan siap menjadi percontohan dalam implementasi investasi lanskap di Sumatera Utara.
Tinggalkan Komentar