Memberdayakan Masyarakat, Menjaga Alam, Membangun Masa Depan

Membangun Peradaban Bersama Rakyat

Tentang BITRA Indonesia

Selama lebih dari empat dekade, BITRA Indonesia bekerja bersama masyarakat untuk mendorong pembangunan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan inklusif. Melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi lokal, perlindungan lingkungan, dan tata kelola yang partisipatif, BITRA terus menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Kami percaya bahwa perubahan terbaik lahir dari kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai mitra pembangunan untuk menciptakan kehidupan yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

8+

Distrik

200+

Desa Dampingan

150.000k

Penerima Manfaat

30+

Program Pembangunan

25+

Mitra Strategis

Fokus Program

BITRA Indonesia bekerja bersama masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan di bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Pertanian Berkelanjutan
Pertanian Berkelanjutan

Meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui praktik pertanian ramah lingkungan, penguatan kelembagaan petani, dan pengembangan rantai nilai lokal.

Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Komunitas
Adaptasi Perubahan Iklim Berbasis Komunitas

Meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim melalui pendidikan lingkungan, konservasi, dan pengelolaan sumber daya alam.

Penguatan Ekonomi Perempuan Desa
Penguatan Ekonomi Perempuan Desa

Mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pelatihan kewirausahaan, pengembangan usaha mikro, dan penguatan kelompok usaha bersama.

shape-10
shape-11
Dampak BITRA

Bersama Masyarakat Menciptakan Perubahan yang Nyata

Selama lebih dari empat dekade, BITRA Indonesia bekerja bersama masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkeadilan, pemberdayaan ekonomi, perlindungan lingkungan, serta penguatan komunitas untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

+

Kelompok Tani

+

Pemimpin Perempuan

+

Sekolah Iklim

+

Program Tanggap Bencana

+

Desa Dampingan

BITRA Gelar Asesmen Kapasitas Organisasi untuk Penguatan Kelembagaan
BITRA Gelar Asesmen Kapasitas Organisasi untuk Penguatan Kelembagaan

Yayasan BITRA Indonesia melaksanakan Asesmen Kapasitas Organisasi (Organizational Capacity Assessment/OCA) sebagai bagian dari upaya memperkuat peran…

Pelatihan Budidaya Tanaman Herbal Upaya Tingkatkan Pengetahuan dan Kesadaraan Kelompok Dampingan
Pelatihan Budidaya Tanaman Herbal Upaya Tingkatkan Pengetahuan dan Kesadaraan Kelompok Dampingan

Penurunan keragaman tanaman lokal yang bermanfaat bagi kesehatan di desa-desa mendorong BITRA Indonesia untuk mengambil inisiatif mengadakan pelatihan…

BITRA Indonesia Adakan Capacity Building untuk Pemerintahan Gampong Jambo Papeun dan Pengurus LPHD
BITRA Indonesia Adakan Capacity Building untuk Pemerintahan Gampong Jambo Papeun dan Pengurus LPHD

BITRA Indonesia menyelenggarakan kegiatan capacity building yang bertujuan untuk meningkatkan kerjasama tim bagi pemerintahan Gampong Jambo Papeun dan…

Bersama Pemerintahan Nagori Penombean dan Koptan Horas Jaya, BITRA Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Bersama Pemerintahan Nagori Penombean dan Koptan Horas Jaya, BITRA Gelar Aksi Peduli Lingkungan di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) yang jatuh pada tanggal 5 Juni 2024, Yayasan BITRA bersama Pemerintaha…

Sinergi Komunitas dalam Pencegahan Karhutla di HD Jambo Papeun
Sinergi Komunitas dalam Pencegahan Karhutla di HD Jambo Papeun

Dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla),  Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), BITRA Indonesia, dan masyarakat setempat…

Apa Kata Mereka

Kisah dan pengalaman masyarakat yang merasakan langsung manfaat program pemberdayaan BITRA Indonesia.

Eli Rahmad

Program biogas yang dikembangkan oleh BITRA sangat membantu kami, para petani. Kami melihat sendiri bagaimana limbah kotoran sapi yang melimpah di Langkat bisa diubah jadi energi yang bermanfaat. Selain hemat biaya, penggunaan biogas juga membuat lingkungan kami jadi lebih bersih. Kami berharap program ini bisa terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak petani. Kalau bisa, instalasinya diperbanyak dan ada pelatihan yang lebih mendalam lagi.

Eli Rahmad
Ketua BPD Desa Telaga Jernih, Langkat
Jumino

Kami tidak tau kenaikan harga gas LPG, karena kami sudah bertahun-tahun menggunakan biogas. Selain itu limbah cairnya sangat bermanfaat untuk pupuk sayuran dan padi organik.

Jumino
Anggota PAMOR Serdang Bedagai
Fernando Siahaan

Sebelum penyusunan peraturan desa, kotoran sapi ada dimana-mana bahkan di jalan-jalan desa. Kami mendekati para pemilik ternak untuk mengandangkan sapi untuk menjadikan desa lebih bersih. Upaya ini berlangsung lama. Setelah desa menerbitkan peraturan desa ini, dapat dilihat desa lebih bersih dan kotoran sapi sudah tidak tidak lagi ditemukan di jalan-jalan desa.

Fernando Siahaan
Kepala Desa Dame, Kabupaten Serdang Bedagai
Mei Eva Hutagaol

Setelah adanya Perdes, masyarakat menjadi peduli terhadap lingkungan. Bahkan yang biasanya buang popok di sungai yang mengakibatkan penyumbatan saluran irigasi. Sekarang sudah jauh berkurang. Acara pesta nikahan pun sudah mulai mengurangi sampah, Gereja juga selalu mengingatkan jemaat untuk peduli kepada penanggulangan sampah. Desa Panombean mendapatkan penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Simalungun. Sekarang sertifikatnya dipasang di kantor Kecamatan, karena desa berkontribusi pada kemajuan lingkungan.

Mei Eva Hutagaol
Sekretaris Desa Panombean, Kabupaten Simalungun
dr. Rizali Haris Nasution

Sekarang ini muncul diabetes type lima terkait asupan gizi yang membantu pola diet pada usia lanjut. Beras organik memiliki kadar indeks glikemik lebih rendah daripada beras konvensional. Sehingga, dengan konsumsi beras organik lebih sehat. Apalagi kualitas beras dari BITRA baik, hanya saja ada ditemukan kerikil perlu adanya quality control sebelum pengemasan. Harapannya BITRA mampu memenuhi kontinuitas pasokan beras sehat ini.

dr. Rizali Haris Nasution
Konsumen beras organik BITRA
Riama Simanjuntak

SLI kami belajar pembuatan kompos organik dan pupuk organik cair dampaknya menurunkan hama tikus. Selain itu ada peningkatan panen padi, tujuh rantai panen 175 kaleng setara dengan 2,2ton, ada juga yang satu rantai panennya 25 kaleng setara 325 kg. Harga gabah kering/kg Rp 9,000. Perbandingan Hasil panen gabah konvensional 200kg, gabah organik bisa 250kg. Panen sayuran dan palawija dari praktek permakultur buat konsumsi makan sendiri, sisanya dijual di sekitar sini. Empat rantai (luas satu rante 400m2) bisa dapet 17 ikat bayam per ikat Rp.5000, belum lagi slada, kangkung, sawi, tomat cherry dan sayuran lain. Lumayan bisa untuk hidup dan sekolahkan anak.

Riama Simanjuntak
Ketua Kelompok Tani Horas Jaya, Desa Panombean, Kabupaten Simalungun
Charles Samosir

Saya sebagai penyandang disabilitas mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan yang diadakan oleh BITRA, saya mendapatkan sumber pendapatan baru dari pijat dampaknya saya mendapatkan penghasilan.

Charles Samosir
Kelompok Tani Nauli, Desa Pematang Panai, Kabupaten Simalungun
Sri Wahyuni

Saya Ibu rumah tangga saat suami meninggal. Kemudian menjadi janda dengan empat orang anak, sangat berat. Saat diajak untuk mendapatkan pelatihan pijat, banyak yang omongin saya karena dijemput mobil dan menginap beberapa hari untuk pelatihan. Sekarang, dengan pendapatan yang saya terima, saya dapat menyekolahkan tiga anak menjadi sarjana.

Sri Wahyuni
Kabupaten Serdang Bedagai
Palan Siahaan

Saya buruh bondol kelapa sawit dan suami serabutan tinggal di daerah yang jauh. Dengan mendapatkan pelatihan pijat dan jamu dari BITRA kami sudah dapat mendirikan klinik. Pasien yang datang setiap hari terus bertambah dan kami dapat mengirimkan anak kuliah dan kondisi keuangan kami lebih baik.

Palan Siahaan
Kabupaten Serdang Bedagai
Sukmi

BITRA telah memiliki peran yang sangat penting dalam program-program pendampingan pertanian organik. Selain itu dalam kerja-kerja advokasi, BITRA juga menjadi focal point di Sumatera Utara bersama dengan KOMPOS untuk mengadvokasi rancangan peraturan daerah tentang pertanian organik. Secara kelembagaan BITRA yang saya kenal sudah sangat kuat hanya masukan dari saya adalah proses pendampingan petani organik tidak cukup pada aspek peningkatan kapasitas dan produksi pertanian organik. BITRA perlu memainkan peran yang lebih luas khususnya untuk menghubungkan petani yang didampingi dengan akses pasar dan proses ini harus menjadi bagian dari kontinuitas program yang dijalankan oleh BITRA.

Sukmi
AOI
shape-4

Mitra Kami

shape-4
partner-logo
partner-logo
partner-logo
partner-logo
partner-logo
partner-logo
partner-logo
partner-logo