Hari Perempuan International (International Women’s Day/IWD) yang diperingati setiap tanggal 8 Maret merupakan momen penting untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di seluruh dunia yang mengampanyekan agar mengakhiri segala bentuk diskriminasi bagi perempuan. Masih adanya perlakuan yang tidak adil, stereotype, bias gender, kekerasan seksual, akses terhadap keadilan dan akses kesejahteraan masih menjadi pekerjaan negara yang penting untuk diperhatikan secara serius.
Masih banyak persoalan yang mendiskriminasi perempuan, sehingga keadilan bagi perempuan masih jauh. Pemenuhan hak dan perlindungan bagi perempuan masih menjadi pekerjaan yang belum selesai. Pentingnya kerja cepat dilakukan oleh negara untuk mengantisipasi tindakan dan perlakuan diskriminasi bagi perempuan, sehingga semua perempuan didunia ini mempunyai kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Semua orang, baik perempuan maupun laki-laki dapat berperan dalam menyuarakan hak-hak perempuan pada Hari Perempuan International. “Kami dari BITRA Indonesia hari ini merayakan peringatan hari perempuan International bersama dengan perempuan-perempuan hebat, perempuan pekerja transpor sepeda motor online khususnya yang berada di kota Medan. Kami ingin berbagi informasi, menyebarkan pengetahuan dan memberi semangat kepada perjuangan mereka.” Demikian dikatakan Rusdiana Adi, Direktur Pelaksana BITRA Indonesia, disela-sela diskusi yang digelar bersama driver ojek online (Ojol) perempuan Sumut yang tergabung dalam Srikandi Ojol Sumut, di seputaran Stadion Teladan, Medan (8/3/2024).
“Walaupun sudah ada regulasi baik lokal maupun nasional, tapi kekerasan dan pelecehan bagi perempuan masih saja terjadi pada semua sektor, dengan kondisi ini kami mengingatkan pemerintah agar perempuan, khususnya perempuan yang bekerja di luar rumah agar mendapatkan perlindungan,” tambah Rusdiana.
Peringatan hari perempuan internasional yang mengusung tema “invest in women: accelerate progress”, dengan dimaknai sebagai “berinvestasi pada perempuan: mempercepat kemajuan”, dengan tema spesifik, “perempuan berdaya, perempuan sejahtera” yang kemudian di turunkan dalam tindakan-tindakan nyata oleh instrumen negara.
Diskusi pinggir jalan pada peringatan hari perempuan sedunia ini digelar untuk; menyebarluaskan informasi terhadap masyarakat tentang isu kesetaraan dan keadilan gender; meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender; dan menghilangkan diskriminasi serta menjamin hak hak perempuan dalam kehidupan sehari-hari sambung Erika Rosmawati Situmorang, Manajer Advokasi, BITRA Indonesia.