Info Penting
Kamis, 14 Mei 2026
  • Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
  • Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️ DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️ DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️

Siaran Pers

Pers Rilis

Jurnalis Warga, Pendamai Konflik Satwa dengan Manusia

di Kawasan Penyangga TNGL

Seperti yang dilaporkan berbagai media, tingginya angka konflik manusia dengan satwa di sekitaran kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), seperti yang dialami Edy Simel Sembiring, petani Desa Mekar Makmur, Langkat, jadi korban terbaru konflik gajah dan manusia, Sabtu (22/3/2025). Kejadian tersebut membuat sebagian tubuhnya luka-luka, dan harus menerima perawatan lebih lanjut di Rumah Sakit di Kota Stabat.

Empat hari berselang, M Ikhwan Sembiring, buruh sawit yang sedang memanen tandan buah segar (TBS), jadi korban di Barak Hitam yang juga warga Desa Mekar Makmur ini luka di bagian paha, kena cakaran harimau. Sepanjang tahun 2020 – 2022, harimau Sumatera beberapa kali terlihat di luar kawasan hutan. Ada yang dalam kondisi sakit, ada juga  luka di bagian kaki, kena jerat. Begitu juga, puluhan kali dalam tahun ini, koloni gajah melintas dan merusak tanaman di pemukiman warga.

Berdasarkan ketersediaan data yang dapat diakses, pada tahun 2021, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser mencatat setidaknya ada 136 kasus konflik di sekitar kawasan tersebut. Konflik manusia dengan satwa ini didominasi oleh harimau Sumatera, diikuti oleh gajah Sumatera dan orang utan Sumatera. Penyebabnya beragam, termasuk berkurangnya mangsa alami harimau, perambahan hutan untuk perkebunan, dan pembiaran ternak lepas di kawasan hutan.

Karena masalah ini terus membesar, BITRA Indonesia bersama Pemerintahan Desa Mekar Makmur, Sei Lepan, Langkat menyelenggarakan pelatihan Jurnalis Warga pada tanggal 28 – 29 Juli 2025, bertempat di Aula Kantor desa Mekar Makmur yang diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari tokoh masyarakat, Kepala Dusun, BPD dan perwakilan remaja putra putri.

“Konflik manusia dan satwa liar adalah masalah kompleks yang membutuhkan solusi berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak. Upaya mitigasi konflik yang melibatkan masyarakat, pemerintah, dan pihak terkait lainnya sangat penting untuk menjaga kelestarian satwa liar dan mengurangi dampak negatif konflik pada manusia.” Kata Rusdiana Adi, Direktur Yayasan BITRA Indonesia, di Medan 31 Juli 2025.

“Dengan tulisan yang berimbang, menyejukkan dan mengandung nilai edukasi konservasi alam sekitar, diharapkan kader-kader Jurnalis Warga Desa (JWD) desa Mekar Makmur dapat menjadi juru damai konflik manusia dan satwa yang sangar kerab terjadi di desanya.” Demikian ditambahkan Erika Rosmawati Situmorang sebagai Manajer Program Advokasi BITRA Indonesia.

Pelatihan diselenggarakan dengan tujuan memampukan peserta menjadi JWD yang dapat menginformasikan berbagai peristiwa, berbagai kegiatan positif dan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di desa mereka dan alam sekitarnya dengan memahami dan mematuhi etika penulisan, prinsip keberimbangan dan altruisme (kebenaran dan keadilan) dan mencari solusi dari peristiwa-peristiwa yang dialami desa dalam bentuk berita dan tulisan.

“Pelatihan menargetkan terbangunnya kesadaran peserta dari kelompok dampingan menuju pengaderan sebagai JWD untuk berpartisipasi konten berita dan tulisan pada sistem informasi desa (SID) atau website desa, radio komunitas dan media sosial.” Ujar Juhendri Chaniago, Salah satu fasilitator pelatihan tersebut.

 

Kontak Person Yayasan BITRA Indonesia:

Rusdiana Adi: HP 0812 6406 077

Iswan Kaputra: HP 0813 6222 5497

====================================================================================================================================

 

 

 

Pers Rilis, 29 Juli 2025

Rilis Yayasan BITRA Indonesia

Petani Dampingan BITRA Bertahan di Tengah Kemarau Panjang,

Lonjakan Harga Gabah dan Krisis Iklim

 

BMKG telah mengeluarkan prediksi, musim kemarau 2025 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih lambat dari biasanya dan memiliki durasi yang lebih pendek. Puncak musim kemarau diperkirakan akan terjadi pada Juli hingga Agustus.

Kemarau yang dirasakan masyarakat petani di Sumatera Utara sejak awal tahun telah menimbulkan dampak serius bagi sektor pertanian. Di tengah ancaman gagal panen, harga gabah di beberapa wilayah seperti Deli Serdang dan Serdang Bedagai dilaporkan melonjak hingga Rp 7.300 per kilogram, jauh di atas rata-rata nasional.

Gagal Panen dan Tekanan Produksi

Rata-rata petani pada wilayah dampingan BITRA Indonesia, di kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Simalungun mengeluhkan penurunan hasil panen akibat kekeringan ekstrem dan keterbatasan air irigasi. “Parahnya lagi di Simalungun masih terjadi serangan hama tikus dan pembagian air dari sumber-sumber air (sumbul) dari pemerintah yang tidak jelas mengakibatkan ramai sekali petani yang beralih pada tanaman jagung, padahal jagung kini bukan tanaman pangan, namun tanaman industri.” Kata Rusdiana Adi, Direktur BITRA Indonesia. Disela-sela kegiatan tanam perdana SLI Pertanian Berkelanjutan pada 29 Juli 2025 di Demplot, Desa Kebun Kelapa, Secanggang, Langkat.

Luas panen di Sumatera Utara pada Januari 2025 tercatat mencapai 32.606 Ha, namun hasilnya tidak optimal karena stres tanaman akibat suhu panas yang terlalu ekstrem. Meski harga gabah tinggi, namun tidak selalu menguntungkan petani, karena biaya produksi juga meningkat dan tidak semua petani mampu menjual langsung ke pasar dengan harga yang baik.

Meski kemarau biasanya menyebabkan kenaikan harga gabah, data menunjukkan bahwa sebagian wilayah Sumatera Utara justru mengalami fluktuasi harga. Di beberapa titik, harga gabah sempat turun hingga Rp 6.000 per kg, di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Strategi Bertahan Petani Lokal

“Kondisi-kondisi tersebut, memaksa petani dampingan dan Yayasan BITRA Indonesia melakukan terobosan dan inovasi kecil untuk bertahan atau menciptakan resiliensi dari dampak-dampak iklim berupa; Sekolah Lapangan Iklim (SLI) Pertanian Berkelanjutan, menggali kearifan lokal dalam penyemaian bibit padi dengan sistem “lacak”, yang dipercaya akan menghasilkan bibit padi yang lebih besar, kuat dan tahan dari dampak perubahan iklim dan peningkatan pengetahuan petani dengan melakukan pemetaan masalah lokal desa, potensi bencana dan dampak dari perubahan iklim di desanya.” Kata Berliana Siregar, Manajer Program Community Development & Environment (CDE) BITRA Indonesia.

Strategi yang diterapkan BITRA menyatukan pengetahuan berbasiskan kearifan lokal dan pengalaman petani disatukan dalam aksi nyata dalam SLI berupa; belajar menentukan jarak tanam sesuai cuaca dan pola iklim, merancang persemaian sistem lacak dengan memperkirakan prediksi musim, menyiapkan alat dan benih yang tahan terhadap cuaca ekstreme, Pola pertanian organik dan cara menanggulangi hama secara alami.

SLI yang dilakukan BITRA di Desa Kebun Kelapa bersama petani dari desa Kebun Kelapa, Teluk dan Telaga Jernih, Kecamatan Secanggang, Langkat bekerja sama dengan Aliansi Organis Indonesia (AOI), Dinas Pertanian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan dan Ir Soekirman yang merupakan Duta Organik Asia, mempraktikkan Demonstration Plot (Demplot) seluas 3.200 m² untuk membuktikan dan membandingkan hasil pola sistem organik dan pertanian konvensional dengan tanaman padi varietas Mentik Susu dan Cibatu.

“SLI ini bukan hanya transfer ilmu, tapi juga proses membangun kesadaran baru—bahwa keberhasilan pertanian ke depan tak bisa hanya mengandalkan kebiasaan lama. Petani diajak berpikir kritis, membaca tanda-tanda alam, dan bertindak cepat demi keberlanjutan panen. Kami percaya, langkah kecil seperti ini akan memberi dampak besar bagi masa depan pangan dan lingkungan kita. Karena saat petani berdaya, desa pun berketahanan.” Kata Ir Soekirman, Duta Organik Asia.

“Karenanya, kami secara bersama menyerukan untuk mendukung pertanian yang memberi pangan bagi kita; dilakukan percepatan pembangunan saluran irigasi pendukung, berupa saluran-saluran air ke sawah-sawah bagi daerah yang telan dibangun dam, percepat pembangunan sumur bor dan pompanisasi di daerah rawan kekeringan, Berikan kompemsasi/insentif bagi petani terdampak gagal panen dan Perkuat kolaborasi kerja Pemerintah Daerah, BPBD dan NGO untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komunitas.” Pungkas Rusdiana.

 

Keterangan Foto (1, 2 & 3)

Pelaksanaan Sekolah Lapang Iklim (SLI) Pertanian Berkelanjutan dari 3 desa (Kebun Kelapa, Teluk dan Telaga Jernih), Kec Secanggang, Langkat 29 Juli 2025 di Desa Kebun Kelapa, yang dihadiri oleh BITRA Indonesia, Aliansi Organis Indonesia (AOI), Dinas Pertanian, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Politeknik Pembangunan Pertanian Medan (Polbangtan) dan Ir Soekirman yang merupakan Duta Organik Asia, sebagai ruang belajar bersama bagi petani dalam menghadapi krisis iklim.

 

CP:

Rusdiana Adi: 0812 6406 077

Iswan Kaputra: 0813 6222 5497

 

======================================================================================================================================

 

 

 

Pers Rilis, 08 Maret 2024

PERINGATAN HARI PEREMPUAN SEDUNIA

PEREMPUAN BERDAYA, PEREMPUAN SEJAHTERA

International Women’s Day 2024

Medan, 08 Maret 2024

Hari Perempuan International (International Women’s Day/IWD) yang diperingati setiap tanggal 8 Maret merupakan momen penting untuk memperjuangkan hak-hak perempuan di seluruh dunia yang mengampanyekan agar mengakhiri segala bentuk diskriminasi bagi perempuan. Masih adanya perlakuan yang tidak adil, stereotype, bias gender, kekerasan seksual, akses terhadap keadilan dan akses kesejahteraan masih menjadi pekerjaan negara yang penting untuk diperhatikan secara serius.

Masih banyak persoalan yang mendiskriminasi perempuan, sehingga keadilan bagi perempuan masih jauh. Pemenuhan hak dan perlindungan bagi perempuan masih menjadi pekerjaan yang belum selesai. Pentingnya kerja cepat dilakukan oleh negara untuk mengantisipasi tindakan dan perlakuan diskriminasi bagi perempuan, sehingga semua perempuan didunia ini mempunyai kesempatan yang sama untuk berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Semua orang, baik perempuan maupun laki-laki dapat berperan dalam menyuarakan hak-hak perempuan pada Hari Perempuan International. “Kami dari BITRA Indonesia hari ini merayakan peringatan hari perempuan International bersama dengan perempuan-perempuan hebat, perempuan pekerja transpor sepeda motor online khususnya yang berada di kota Medan. Kami ingin berbagi informasi, menyebarkan pengetahuan dan memberi semangat kepada perjuangan mereka.” Demikian dikatakan Rusdiana Adi, Direktur Pelaksana BITRA Indonesia, disela-sela diskusi yang digelar bersama driver ojek online (Ojol) perempuan Sumut yang tergabung dalam Srikandi Ojol Sumut, di seputaran Stadion Teladan, Medan (8/3/2024).

“Walaupun sudah ada regulasi baik lokal maupun nasional, tapi kekerasan dan pelecehan bagi perempuan masih saja terjadi pada semua sektor, dengan kondisi ini kami mengingatkan pemerintah agar perempuan, khususnya perempuan yang bekerja di luar rumah agar mendapatkan perlindungan,” tambah Rusdiana.

Peringatan hari perempuan internasional yang mengusung tema “invest in women: accelerate progress”, dengan dimaknai sebagai “berinvestasi pada perempuan: mempercepat kemajuan”, dengan tema spesifik, “perempuan berdaya, perempuan sejahtera” yang kemudian di turunkan dalam tindakan-tindakan nyata oleh instrumen negara.

Diskusi pinggir jalan pada peringatan hari perempuan sedunia ini digelar untuk; menyebarluaskan informasi terhadap masyarakat tentang isu kesetaraan dan keadilan gender; meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesetaraan gender; dan menghilangkan diskriminasi serta menjamin hak hak perempuan dalam kehidupan sehari-hari sambung Erika Rosmawati Situmorang, Manajer Advokasi, BITRA Indonesia.

Agar sesuai dengan tema, penting mengukur hak-hak perempuan dari sudut pandang; pemenuhan hak asasi perempuan; akhiri kemiskinan khususnya perempuan pekerja; pembangunan responsif gender dari segala level; mendukung penuh perekonomian perempuan yang ramah lingkungan; dan wujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Hak-hak dimaksud sangat sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang didorog oleh PBB (United Nation).

Saat diskusi berlangsung para perempuan yang tergabung dalam Srikandi Ojol Sumatera Utara mengeluhkan dalam perusahaan Ojol mereka seolah tidak diakui sebagai pekerja. Adanya tindakan yang diskriminasi dari pihak Perusahaan, tarif Ojol yang terlalu murah sehingga tidak sesuai antara pengeluaran dengan pemasukan yang diterima oleh para Ojol.

“Ya… Kami sering menghadapi pembedaan antara driver perempuan dan driver laki-laki di kantor. Tarifnya juga terlalu murah sehingga keuntungan sama kami sedikit. Apa lagi bagi kami yang perempuan, menjadi driver Ojol ini merupakan profesi sebagai mata pencaharian satu-satunya. Dengan kondisi begitu, tentu kadang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kami,” keluh Meisia Florensia perwakilan Ojol Sumut yang hadir dalam diskusi dan menjabat sebagai ketua organisasi Srikandi Ojol Sumut.

Mereka berharap ada Upaya pemerintah untuk memikirkan pekerjaan Ojol yang mereka sedang jalani. Apalagi adanya kebijakan didaerah lain yang justru telah mengakomodir beberapa keluhan yang di sampaikan oleh Ojol seperti di Jakarta. Para driver Ojol telah mendapatkan beberapa fasilitas bantuan yang diberikan oleh pemerintah daerah.

“Ya. Jujur saja kita sangat cemburu dengan para driver Ojol di Jakarta yang difasilitasi oleh pemerintah daerah Jakarta, para driver Ojol di sana bisa mengakses Kredit Rumah Rakyat (KPR). Ini akibat adanya dorongan dari pemerintah daerah untuk pihak properti dan perbankan memberikan akses seluas-luasnya kepada para driver Ojol khususnya perempuan.” Sambung Meisia.

Mereka berharap pemerintah Sumatera Utara kiranya dapat meniru apa yang telah dilakukan di beberapa daerah lain. “Sehingga kami dapat melangsungkan hidup di tengah himpitnya perekonomian hari ini,” harap Meisia. Pemerintah daerah Sumut dapat memberikan pendidikan anak para driver, akses mempermudah KPR rumah, payung hukum pekerja driver Ojol dan adanya tarif Ojol yang berpihak pada para driver.

Kontak Person:

  1. Erika Rosmawati: +62 822-7240-2632
  2. Taufiq Germatsyah: +62 813-6103-4343