Info Penting
Senin, 24 Jun 2024
  • Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sistem pangan dan energi, produktivitas ekonomi dan integritas lingkungan semuanya bergantung pada siklus air yang berfungsi dengan baik dan dikelola secara adil. Kita harus bertindak berdasarkan kesadaran bahwa air bukan hanya merupakan sumber daya yang dapat digunakan dan diperebutkan – namun merupakan hak asasi manusia, yang melekat pada setiap aspek kehidupan. ---Hari Air Sedunia tahun 2024 adalah 'Air untuk Perdamaian'.---
  • Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sistem pangan dan energi, produktivitas ekonomi dan integritas lingkungan semuanya bergantung pada siklus air yang berfungsi dengan baik dan dikelola secara adil. Kita harus bertindak berdasarkan kesadaran bahwa air bukan hanya merupakan sumber daya yang dapat digunakan dan diperebutkan – namun merupakan hak asasi manusia, yang melekat pada setiap aspek kehidupan. ---Hari Air Sedunia tahun 2024 adalah 'Air untuk Perdamaian'.---

Advocation

Sejak 1986 BITRA Indonesia mulai melaksanakan kegiatan-kegiatan pengembangan sumberdaya manusia di pedesaan untuk wilayah Sumatera Utara dengan cara melakukan penguatan melalui kelompok-kelompok masyarakat.

Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah mendampingi petani dalam pembelaan kasus-kasus atas tanah rakyat di empat kabupaten antara lain Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Padang Lawas (Palas) Deli Serdang, Langkat & Aceh Timur.

Program advokasi BITRA Indonesia berbentuk kegiatan yang bersifat litigasi dan non litigasi yang dilakukan melalui Pendidikan Rakyat, Kampanye Kasus-kasus Tanah Rakyat, Kampanye Issu Agraria, Membangun Jaringan dan Studi Banding.

Selain itu, memperkuat kapasistas kelembagaan rakyat, seperti penunguatan dan pengembangan organisasi rakyat, di tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan kedepan propinsi, merupakan pengembangan yang dilakukan di belakang hari pada program advokasi ini.

Advokasi kebijakan juga dilakukan dalam bentuk mendorongpemerintahan lokal (kabupaten dan propinsi) membuat aturan (Perda) yang berpihak pada rakyat. Perda-perda yang didorong diawali dengan riset ini adalah Perda-perda yang bersifat terkait dengan dunia pertanian, agraria dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Untuk wilayah Palas dan Paluta, Bitra bergelut pada advokasi tanah ulayat dan masyarakat adat tani yang masih hidup secara sub sistem (berdasarkan belas kasih alam).

Sedangkan untuk wilayah Mandailing Natal (Madina) Bitra bersama konsorsium memimpin untuk konservasi lingkungan hidup & hutan, seperti menginisiasi pembentukan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG).