Dalam upaya memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, Yayasan BITRA menggelar Pelatihan Model Bank Sampah Berbasis Masyarakat di Gedung Kantor Pemuda Desa Jambo Papeun, Kecamatan Tapaktuan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 14–15 Oktober 2025, dan diikuti oleh pengurus bank sampah tingkat desa dan dusun.
Pelatihan ini merupakan langkah awal dari program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam mengelola bank sampah, baik dari sisi manajemen, keterampilan, maupun keuangan. Tujuannya tak hanya untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran ekonomi di tingkat desa melalui nilai jual limbah rumah tangga.
“Peningkatan kualitas SDM dan tata kelola menjadi kunci keberlanjutan program ini. Kami berharap pelatihan ini menjadi wacana awal yang berkelanjutan,” ujar Miskun, perwakilan BITRA Indonesia saat membuka kegiatan.
Sebanyak 28 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari lima pengurus bank sampah desa, delapan belas pengurus inti tingkat dusun, tiga anggota LPHD. Mereka mendapatkan materi mengenai jenis-jenis sampah bernilai jual, pengelolaan keuangan bank sampah, serta praktek kreatifitas daur ulang sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Selama dua hari pelatihan, peserta tidak hanya mendengarkan paparan narasumber, tetapi juga langsung berlatih membuat produk daur ulang dan sistem pembukuan bank sampah. Tiamsi dan tim menjadi narasumber utama dalam sesi praktik, mulai dari mengenal komoditas sampah, menciptakan karya dari bahan bekas, hingga mengelola laporan keuangan yang transparan.
Suasana pelatihan berlangsung hangat dan partisipatif. Para peserta, sebagian besar ibu rumah tangga dan pemuda desa, tampak antusias mencoba berbagai bentuk kreasi dari sampah plastik dan kertas. Mereka juga belajar bagaimana setiap jenis sampah memiliki potensi ekonomi yang dapat dikelola secara kolektif.
Menutup kegiatan, Miskun menyampaikan apresiasi atas semangat peserta yang telah mengikuti pelatihan hingga akhir. Ia menegaskan, bank sampah bukan hanya soal pengelolaan limbah, tetapi juga model pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lingkungan.
Tinggalkan Komentar