Aceh Selatan, 23 April 2025 – Sebanyak 13 peserta yang terdiri dari anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) mengikuti pelatihan pemetaan lahan petani pala menggunakan aplikasi Kobo Toolbox. Kegiatan ini berlangsung hari ini (23/4) di kantor LPHD Jambo Papeun, Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknis masyarakat dalam pengelolaan lahan secara digital, khususnya bagi kelompok yang bergerak di sektor perhutanan sosial dan pengembangan komoditas pala. Dari 13 peserta, 3 orang merupakan anggota LPHD, sementara 10 lainnya adalah anggota KUPS di wilayah tersebut.
Membuka kegiatan, Miskun, livelihood specialist BITRA Indonesia menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan sumber daya hutan. “Kemampuan memetakan lahan secara mandiri dengan teknologi seperti Kobo Toolbox akan sangat membantu dalam pengambilan keputusan dan penyusunan rencana kerja kelompok,” ujarnya.
Pelatihan dipandu oleh tim teknis GIS dari BITRA, dengan pendekatan praktis yang disesuaikan untuk peserta dari latar belakang non-teknis. Peserta belajar menyusun formulir survei digital, mencatat titik koordinat GPS menggunakan perangkat seluler, serta mengunggah data ke platform Kobo Toolbox untuk analisis lebih lanjut.
“Tujuan utama kami adalah agar setiap peserta dapat langsung mempraktikkan apa yang mereka pelajari dan bisa menerapkannya di lapangan. Hari ini mereka sudah berhasil melakukan simulasi memetakan beberapa petak kebun pala milik sendiri,” jelas Dimas, instruktur pelatihan.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi, terutama saat praktik pemetaan di sekitar area kantor LPHD. Beberapa peserta menyampaikan pengalaman pertama mereka menggunakan teknologi untuk mendokumentasikan lahan yang selama ini hanya digambar secara manual di kertas.
“Saya baru tahu kalau memetakan kebun bisa semudah ini. Tinggal jalan ke batas lahan, tandai titik pakai aplikasi, lalu semua data langsung tersimpan,” ujar Aliaman, petani pala sekaligus anggota KUPS Jambo Papeun.
Koordinasi antara LPHD dan KUPS juga tampak semakin erat setelah pelatihan ini. Mereka berkomitmen untuk menggunakan data spasial sebagai dasar dalam menyusun rencana usaha bersama, termasuk dalam hal perlindungan kawasan hutan dan peningkatan produktivitas komoditas unggulan. Hal ini dinilai sebagai langkah maju dalam penguatan tata kelola perhutanan sosial di tingkat tapak.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam mendukung tata kelola perhutanan sosial yang lebih baik di Aceh Selatan. Rencananya, pelatihan lanjutan akan diselenggarakan untuk memperdalam keterampilan analisis spasial serta integrasi data dengan rencana pengelolaan hutan desa. Kegiatan ditutup dengan sesi evaluasi dan rencana tindak lanjut pemetaan tanaman pala bagi petani yang akan menerima bantuan bibit pala dalam waktu dekat.
Tinggalkan Komentar