Medan, 09 Maret 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional, digelar kegiatan diskusi publik dengan tema “Mendapatkan Hak yang Adil dan Setara terhadap Perempuan”. Kegiatan ini berlangsung di Medan dan diikuti oleh sejumlah peserta dari kalangan muda, mahasiswa, serta komunitas pemerhati isu sosial.
Diskusi tersebut menjadi ruang bersama untuk membahas berbagai bentuk ketidakadilan yang masih dialami perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui sesi pemaparan dan diskusi kelompok, peserta diajak untuk mengidentifikasi persoalan yang kerap dihadapi perempuan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, pekerjaan, maupun masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, fasilitator membuka diskusi dengan pertanyaan reflektif, “Apa saja ketidakadilan yang dialami oleh perempuan?” Pertanyaan ini mendorong peserta untuk menyampaikan pandangan, pengalaman, serta contoh kasus yang mereka temui di sekitar mereka. Beberapa isu yang mengemuka antara lain stereotip gender, keterbatasan akses terhadap ruang pengambilan keputusan, kekerasan berbasis gender, serta perlakuan tidak setara dalam kesempatan pendidikan dan pekerjaan.
Suasana diskusi berlangsung aktif dan partisipatif. Para peserta duduk melingkar, mencatat poin-poin penting, serta memberikan pendapat secara terbuka. Selain pemaparan materi, kegiatan juga menggunakan media kertas plano dan catatan tempel untuk merangkum gagasan peserta terkait bentuk-bentuk ketidakadilan yang dialami perempuan.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam memperjuangkan hak perempuan. Kesetaraan gender tidak hanya menjadi tanggung jawab perempuan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Laki-laki dan perempuan perlu berperan bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan inklusif.
Melalui diskusi publik ini, peserta diharapkan semakin memahami pentingnya penghormatan terhadap hak perempuan serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Peringatan Hari Perempuan Internasional tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan bagi semua.
Kegiatan ditutup dengan harapan agar ruang-ruang dialog seperti ini terus diperluas, sehingga isu ketidakadilan terhadap perempuan dapat semakin dipahami dan ditangani secara bersama-sama.

Tinggalkan Komentar