Dalam upaya memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, Yayasan BITRA Indonesia memfasilitasi kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penanggulangan Sampah Berbasis Masyarakat di Gedung Kantor Pemuda Gampong Jambo Papeun, Kecamatan Meukek. Kegiatan yang berlangsung pada Senin sore ini diikuti oleh lebih dari 90 peserta yang terdiri atas perwakilan enam dusun, pengurus bank sampah, dan lembaga pengelola hutan desa (LPHD).
FGD ini merupakan tindak lanjut dari program sosialisasi pengelolaan sampah yang telah dilaksanakan sebelumnya. Melalui diskusi kelompok terarah ini, masyarakat diajak untuk bersama-sama merumuskan langkah konkret dalam membangun Bank Sampah Desa yang partisipatif, produktif, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar memilih pengurus, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa sampah bisa menjadi sumber ekonomi dan kebersihan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Agustiar, fasilitator dari BITRA Indonesia, dalam sambutannya.
Dalam FGD tersebut, peserta dibagi berdasarkan dusun, masing-masing diwakili oleh 15 orang (10 perempuan dan 5 laki-laki). Suasana diskusi berlangsung aktif, dengan banyak ide yang muncul dari warga mengenai sistem pengumpulan sampah, pengelolaan keuangan, hingga bentuk kerja sama antar dusun.
Salah satu sesi penting dalam kegiatan ini adalah pemilihan pengurus inti bank sampah tingkat dusun yang difasilitasi oleh Tiamsi dan tim dari Bank Sampah SIMPATIK Sidamanik, Simalungun. Mereka juga memberikan pemahaman mengenai potensi ekonomi dari pengelolaan sampah rumah tangga, serta berbagi pengalaman sukses mengelola bank sampah di daerah lain.
Selain itu, peserta juga menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk memastikan kegiatan bank sampah dapat berjalan efektif di masing-masing dusun. Setiap kelompok menyepakati langkah awal seperti penentuan jadwal pengumpulan, penetapan jenis sampah bernilai jual, serta mekanisme pencatatan hasil pengumpulan.
Di akhir kegiatan, Miskun selaku panitia menutup acara dengan pesan agar seluruh peserta menjaga semangat kolaborasi dan saling berbagi tanggung jawab dalam menjaga lingkungan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya memahami konsep bank sampah, tetapi juga memiliki rasa memiliki terhadap program ini. Dari sinilah perubahan lingkungan yang bersih dan sehat bisa dimulai,” tutupnya.
Melalui kegiatan FGD ini, BITRA Indonesia berharap akan terbentuk kepengurusan bank sampah definitif di setiap dusun dan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah secara kolektif. Dengan demikian, Gampong Jambo Papeun diharapkan menjadi contoh desa yang berhasil memadukan kelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi lokal melalui bank sampah berbasis masyarakat.
Tinggalkan Komentar