Gerakan Organic Youth Movement menggelar talk show bertajuk “Yang Muda Yang Bertani” di Medan, Sumatera Utara. Kegiatan ini diselenggarakan oleh AOI (Indonesia Organic Alliance) dan BITRA Indonesia berkolaborasi dengan POLBANGTAN Medan (Politeknik Pembangunan Pertanian Medan) sebagai bagian dari upaya mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian organik dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari pegiat pertanian organik, perwakilan pemerintah, komunitas, hingga anak muda yang memiliki perhatian terhadap isu pangan sehat dan lingkungan. Diskusi dipandu oleh Berliana Siregar sebagai moderator.
Dalam talk show ini, para narasumber membahas pentingnya regenerasi petani di tengah tantangan sektor pertanian saat ini. Generasi muda, khususnya mahasiswa dan insan pendidikan pertanian, dinilai memiliki peran strategis dalam membawa inovasi, teknologi, serta pendekatan baru dalam pengelolaan pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Melalui tema “Yang Muda Yang Bertani”, kegiatan ini menegaskan bahwa bertani bukan hanya pekerjaan tradisional, tetapi juga dapat menjadi ruang kreativitas, kewirausahaan, dan kontribusi sosial. Pertanian organik dipandang sebagai salah satu jalan untuk menjaga kesehatan tanah, menghasilkan pangan yang lebih aman, serta memperkuat kemandirian pangan masyarakat.
Kolaborasi dengan POLBANGTAN Medan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini karena lembaga pendidikan pertanian memiliki peran besar dalam menyiapkan sumber daya manusia muda yang mampu menjawab tantangan sektor pertanian. Melalui sinergi antara lembaga masyarakat sipil, gerakan organik, dan institusi pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda di bidang pertanian diharapkan dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan muda dan mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan serta sesi diskusi. Para peserta mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan pengalaman langsung dari para narasumber mengenai peluang, tantangan, dan praktik baik dalam mengembangkan pertanian organik.
Moderator Berliana Siregar memandu jalannya diskusi dengan mengarahkan pembicaraan pada isu-isu penting, seperti minat anak muda terhadap pertanian, akses terhadap lahan dan pengetahuan, peluang usaha berbasis produk organik, serta pentingnya kolaborasi antara komunitas, pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat sipil.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kampanye untuk memperkenalkan gerakan pertanian organik kepada generasi muda. Melalui forum seperti ini, anak muda diharapkan tidak hanya menjadi konsumen pangan sehat, tetapi juga terlibat sebagai pelaku perubahan dalam sistem pangan yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan.
Berharap talk show ini dapat memperkuat kesadaran publik bahwa masa depan pertanian sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, pertanian organik diharapkan semakin berkembang dan menjadi bagian penting dari gerakan menjaga bumi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada generasi muda untuk tidak ragu terjun ke dunia pertanian, mengembangkan praktik organik, dan menjadi bagian dari perubahan menuju sistem pangan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Tinggalkan Komentar