Serikat Petani Serdang Bedagai (SPSB), sebuah organisasi rakyat yang berdiri sejak 2006 dengan anggota terdiri dari 18 kelompok tani dan nelayan, mengadakan Kongres ke VII dengan tema “Gerakan Pemuda Dalam Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan”. Acara ini berlangsung di Aula Pantai Mangrove, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk instansi pemerintah, universitas, NGO, serta kelompok tani. Beberapa tokoh penting yang hadir antara lain Ir. H. Soekirman (Ambassador Organik Indonesia), Kusmin, S.Pd, M.Pd (Sekretaris Dinas Pertanian Serdang Bedagai), Sutrisno, S.Sos (anggota DPRD Serdang Bedagai), perwakilan Universitas Darmawangsa, Bitra Indonesia, Konsorsium Pembaruan Agraria wilayah Sumatera Utara, PAMOR Serdang Bedagai, dan 18 kelompok tani dampingan SPSB.
Dalam sambutannya, Sutrisno, S.Sos menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan pemuda dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan untuk ketahanan pangan. Sementara itu, Kusmin, S.Pd, M.Pd menegaskan kesiapan Dinas Pertanian untuk membantu petani yang mengalami kesulitan akses terhadap sarana produksi.
Pentingnya Peran Pemuda dalam Pertanian Berkelanjutan
Seminar Kongres VII menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ir. H. Soekirman dan Teguh Agung Hartono (petani muda organik). Dalam pemaparannya, keduanya menyoroti minimnya minat anak muda terhadap sektor pertanian. Menurut mereka, kondisi ini justru menjadi peluang besar bagi pemuda untuk berkontribusi, terutama dalam inovasi teknologi dan pemasaran digital yang dapat meningkatkan ekonomi petani lokal.
Teguh Agung Hartono mengungkapkan dua faktor utama yang menyebabkan rendahnya minat pemuda di bidang pertanian. Pertama, kurangnya pendidikan dan pelatihan pertanian sejak dini. Kedua, kebijakan pemerintah yang belum sepenuhnya menjamin keuntungan bertani. “Jika pemerintah dapat memberikan jaminan bahwa bertani itu menguntungkan, maka generasi muda pasti akan berbondong-bondong masuk ke sektor ini,” ujarnya.
Pemilihan Ketua Baru SPSB
Kongres juga menjadi momen penting bagi SPSB untuk memilih ketua baru periode 2024–2029. Dua kandidat, Teguh Agung Hartono dan Junaidi, memaparkan visi dan misi masing-masing kepada peserta kongres. Proses pemungutan suara dilakukan dengan setiap kelompok tani diwakili satu suara, sesuai dengan AD/ART organisasi.
Hasil pemungutan suara menunjukkan hasil imbang 9:9, yang juga sempat terjadi pada pra-kongres. Untuk menyelesaikan kebuntuan, kedua kandidat berdiskusi dan akhirnya Teguh Agung Hartono memutuskan untuk mengundurkan diri demi menjaga kesatuan SPSB. “Yang muda lebih baik mengalah, karena tujuan kita sama, yaitu memajukan SPSB untuk keberlanjutan pertanian,” ungkapnya.
Dengan demikian, Junaidi ditetapkan sebagai Ketua SPSB periode 2024–2029. Dalam pidato pertamanya, Junaidi berkomitmen untuk membawa SPSB menuju kemajuan yang lebih besar, meningkatkan kesejahteraan anggota, dan mendukung keberlanjutan pertanian di Serdang Bedagai.
Kongres VII SPSB menjadi bukti nyata semangat kolaborasi dan kepemimpinan pemuda dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan. Semua pihak berharap langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Tinggalkan Komentar