Riuh rendah suara peserta memenuhi Aula Kongres Serikat Rakyat Binjai Langkat (SERBILA) IV yang digelar pada 16–17 September 2025. Di bawah pimpinan majelis sidang Normayani, Abdi Mulyo, dan Toni, forum berjalan tegas namun penuh warna. Meski sempat diwarnai perdebatan sengit, semangat musyawarah tetap menjadi penopang hingga kongres mampu melahirkan keputusan-keputusan bersejarah.
Tidak hanya sekadar rapat, kongres kali ini ibarat medan pertarungan ide. Perbedaan pandangan mewarnai jalannya sidang, namun justru itulah yang menghidupkan suasana. Pada akhirnya, semua peserta bersatu dalam satu tekad: memperkuat arah perjuangan SERBILA demi petani, rakyat, dan lingkungan.
Sejumlah keputusan monumental pun ditetapkan, di antaranya perubahan Anggaran Dasar dan ART, penyempurnaan Garis-Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), serta aturan baru dalam pemilihan pengurus. Tak main-main, mekanisme ini kini mewajibkan calon tampil di hadapan forum dengan pidato yang membakar semangat, menyampaikan visi-misi, dan menunjukkan kapasitas sebagai pemimpin sejati.
Dari dinamika yang menegangkan, muncul empat nama calon ketua: Suparno, Sigit Pamungkas, Eli Rahmat, dan Dahlia Dahlan. Suasana kongres kian memuncak saat para kandidat menyampaikan orasi visi-misinya. Dukungan mengalir, pandangan beradu, dan akhirnya… sejarah mencatat: Eli Rahmat resmi terpilih sebagai Ketua Umum SERBILA periode 2025–2028.
Momen paling menggetarkan terjadi saat prosesi serah terima jabatan dari Sukrisnur (Ketua Umum 2022–2025) kepada Eli Rahmat. Ruangan hening, sorot mata peserta tertuju pada simbol estafet kepemimpinan yang berpindah tangan. Tepuk tangan bergemuruh, menandai babak baru kepemimpinan SERBILA yang siap melanjutkan perjuangan rakyat.
Kongres IV SERBILA bukan hanya sekadar forum organisasi—ia menjadi panggung lahirnya sejarah, tempat gagasan dipertarungkan, solidaritas ditempa, dan pemimpin baru dilahirkan.
Tinggalkan Komentar