Info Penting
Rabu, 06 Mei 2026
  • Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
  • Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️ DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️ DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️
11 Agustus 2025

Resah di Damar Hitam: Ketika Gajah Liar Menghantui Malam Petani

Sen, 11 Agustus 2025 Dibaca 263x
Tanaman kelapa sawit masyarakat Damar Hitam, Mekar Makmur, Sei Lepang, Langkat yang diserang gajah liar.

 

Serangan gajah liar dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) terhadap tanaman kelapa sawit milik petani Dusun V Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, kini telah melampaui batas kewajaran. Hampir setiap malam, kawanan gajah masuk ke areal perkebunan warga, merusak dan memakan tanaman yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Seperti yang terjadi pada malam 5 Agustus 2025, sejumlah pohon sawit kembali porak-poranda. “Ini sudah sangat meresahkan,” ujar Soeb Bangun (58), salah satu petani yang kebunnya menjadi sasaran amukan gajah liar. Senada dengan itu, Hormat Ginting menambahkan, “Padahal kami berjaga sampai jam 12 malam. Karena tidak ada tanda-tanda gajah akan masuk, kami pun pulang ke pos masing-masing. Eh, begitu pagi, ternyata pohon sawit kami sudah bergelimpangan.”

Rabat Beton yang Hancur

Kerugian yang dialami warga Dusun V Damar Hitam akibat konflik dengan gajah liar bukan hanya terbatas pada rusaknya tanaman. Kawanan gajah yang kerap melintasi jalur perladangan juga menyebabkan kerusakan infrastruktur jalan yang menjadi akses utama masyarakat menuju kebun.

Setiap hari, warga yang beraktivitas di ladang mengeluhkan kondisi jalan yang semakin parah. Hal ini telah disampaikan kepada Kepala Dusun V agar dapat diusulkan dalam Musrenbang. Namun, karena belum ada kepastian kapan dana desa akan terealisasi, masyarakat memutuskan untuk bergotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.

“Kalau menunggu bantuan pemerintah, kita yang susah. Apalagi kalau habis hujan, nyorong-nyorong kereta naik bukit ini,” keluh Syahnurdin (58), warga yang ikut gotong royong pada Selasa, 12 Agustus 2025.

Menurut Kepala Dusun V, Sumardianto, usulan perbaikan jalan sudah beberapa kali diajukan dalam Musrenbang, namun belum juga mendapat tanggapan.

“Akibat seringnya gajah masuk ke ladang, aku mau jual ladangpun gak laku-laku. Padahal sudah kutawarkan murah,” ujar Waja Ginting (49) di sela-sela gotong royong.

 

Suara yang Belum Didengar

Kejadian ini bukan yang pertama. Menurut Soeb Bangun dan beberapa warga lainnya, mereka telah berulang kali melaporkan insiden ini kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Langkat dan BKSDA Provinsi Sumatera Utara. Namun hingga kini, belum ada tanggapan atau tindakan nyata dari pihak terkait.

“Kami hanya ingin ada solusi. Kami tidak ingin menyakiti gajah, tapi kami juga ingin tanaman kami aman,” keluh Soeb.

Gajah memang satwa yang dilindungi dan keberadaannya penting bagi keseimbangan ekosistem. Namun masyarakat juga memiliki hak untuk hidup aman dan sejahtera. Ketika konflik antara manusia dan satwa liar terus berulang tanpa penyelesaian, yang lahir adalah rasa frustrasi dan ketidakpercayaan terhadap sistem perlindungan yang seharusnya adil bagi semua pihak.

Dusun V Damar Hitam tidak hanya menghadapi kerusakan fisik, tetapi juga trauma sosial. Petani harus berjaga malam, meninggalkan keluarga, dan tetap waspada setiap saat. Ketika pagi datang, yang tersisa hanyalah batang sawit yang tumbang dan harapan yang kian menipis.

“Kami sudah capek. Kami bukan musuh gajah, tapi kami juga bukan musuh negara. Kami hanya ingin didengar,” ujar Hormat Ginting dengan nada getir.

 

Petani Dusun V Damar Hitam, bergotong royong memperbaiki rabat beton yang hancur akibat dirusak gajah liar, di dusunnya

Saatnya Kolaborasi Nyata

Konflik ini seharusnya menjadi panggilan bagi para pemangku kepentingan: BKSDA, pemerintah daerah, TNGL, dan lembaga konservasi. Perlindungan satwa tidak boleh mengabaikan perlindungan manusia. Diperlukan pendekatan kolaboratif, seperti pembangunan pagar konservasi, sistem peringatan dini, atau relokasi jalur migrasi gajah yang lebih aman.

Masyarakat Dusun V Damar Hitam tidak menuntut banyak. Mereka hanya ingin solusi yang nyata, bukan janji yang menguap. Mereka ingin hidup berdampingan dengan alam, bukan menjadi korban dari ketidakhadiran negara.

Ketika suara warga tak lagi didengar, maka yang tersisa hanyalah resah. (Suparno | JWD Mekar Makmur)

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar