Langkat – Yayasan BITRA Indonesia melaksanakan Program Penyerahan Bantuan Pemulihan Pascabencana Banjir bagi komunitas dampingan di Desa Teluk, Desa Kebun Kelapa, dan Desa Telaga Jernih, Kabupaten Langkat. Program ini merupakan respons terpadu atas dampak banjir besar yang terjadi pada November 2025 lalu, yang mengakibatkan kerusakan serius pada sektor pertanian, pendidikan, serta lingkungan hidup masyarakat.
Kegiatan pemulihan ini dirancang secara komprehensif melalui tiga intervensi utama, yaitu pengadaan benih padi dan hortikultura, pendistribusian perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban banjir, serta pengadaan dan penanaman bibit pohon sebagai bagian dari upaya pemulihan lingkungan dan mitigasi bencana ke depan.
Pemulihan Mata Pencaharian Petani
Pada sektor pertanian, BITRA menyalurkan bantuan benih padi dan hortikultura kepada petani terdampak banjir. Banjir yang melanda wilayah pesisir tersebut tidak hanya menyebabkan gagal panen, tetapi juga meningkatkan kadar salinitas tanah sawah, sehingga varietas padi konvensional tidak lagi optimal untuk ditanam.
Melalui diskusi dan pendataan partisipatif bersama petani, BITRA memastikan bahwa benih yang disediakan merupakan varietas yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan pascabanjir. Kegiatan ini menyasar sebanyak 110 orang petani penerima manfaat dan dilaksanakan pada Rabu, 18 Februari 2026, di Desa Kebun Kelapa dan Desa Telaga Jernih. Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.

Menjaga Keberlanjutan Pendidikan Anak
Selain sektor pertanian, dampak banjir juga dirasakan kuat pada sektor pendidikan. Banyak anak kehilangan perlengkapan sekolah akibat terendam banjir, sehingga berpotensi menghambat proses belajar dan meningkatkan risiko putus sekolah. Menyikapi kondisi tersebut, BITRA melaksanakan kegiatan pendistribusian perlengkapan sekolah bagi 90 anak korban banjir.
Bantuan yang diberikan meliputi tas, buku, dan alat tulis sekolah, yang disalurkan berdasarkan hasil pendataan partisipatif bersama orang tua dan komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Februari dan 18 Februari 2026 di Desa Kebun Kelapa dan Desa Telaga Jernih. Program ini bertujuan memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi serta membantu memulihkan semangat dan motivasi belajar mereka pascabencana.

Pemulihan Lingkungan dan Mitigasi Bencana
Sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang, BITRA juga melaksanakan pengadaan dan penanaman bibit pohon di wilayah terdampak. Kerusakan tutupan lahan akibat banjir meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana lanjutan. Oleh karena itu, kegiatan ini difokuskan pada restorasi lingkungan melalui penanaman pohon di area pertanian, pemukiman, dan sekitar saluran irigasi.
Penanaman dilakukan secara partisipatif bersama masyarakat pada Rabu, 18 Februari 2026, dengan melibatkan sekitar 110 orang peserta. Selain aksi penanaman, kegiatan ini juga menghasilkan kesepakatan bersama terkait pemeliharaan pohon agar manfaat ekologis dan ekonominya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Pendekatan Partisipatif dan Terpadu
Seluruh rangkaian program pemulihan ini difasilitasi oleh Tim Emergency Response Yayasan BITRA Indonesia dengan pendekatan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pemulihan. Tidak hanya berfokus pada bantuan fisik, program ini juga bertujuan membangun kembali kepercayaan diri, solidaritas sosial, dan kemandirian komunitas pascabencana.
Melalui pelaksanaan bantuan terpadu ini, BITRA Indonesia berharap proses pemulihan sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Langkat dapat berjalan lebih cepat, berkelanjutan, dan mampu mengurangi kerentanan terhadap bencana serupa di masa mendatang
Tinggalkan Komentar