Tanaman Nilam adalah salah satu komoditi unggulan dalam pertanian masyarakat desa Jambo Papeun. Selain budidayanya yang mudah dan cepat (sekitar 6 – 7 bulan sudah panen), tanaman nilam menghasilkan minyak nilam yang memiliki pasar dengan harga baik. Oleh karena itu, kerja sama antara LPHD dan BITRA Indonesia memilih budidaya nilam sebagai prioritas pengembangan. Budidaya nilam membutuhkan sistem pembibitan berkualitas agar produksi minyak bisa maksimal. Selain bibit, petani juga perlu memahami praktik pengelolaan lahan yang baik, yang dikenal dengan Good Agriculture Practices (GAP).
Kegiatan sosialisasi pada tanggal 5 Agustus 2025 ini menghadirkan narasumber dari mitra pembibit dan diikuti oleh 56 peserta, terdiri dari 45 petani nilam, 3 anggota LPHD, 3 KUPS, dan a2 perangkat desa (Keuchik dan Sekdes). Tujuannya adalah menyampaikan pemahaman budidaya nilam yang baik, membentuk kelompok petani nilam, serta mengumpulkan data peserta sekolah lapang sebagai dasar program pengembangan lebih lanjut.
Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan teknis budidaya nilam, tapi juga sebagai upaya pemberdayaan petani agar lebih mandiri dan percaya diri mengelola usaha taninya. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bibit berkualitas dan praktik pertanian yang tepat, petani dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas minyak nilam, sekaligus memperluas peluang pasar yang lebih baik. Pendekatan ini memperkuat kapasitas komunitas petani serta mendorong terbentuknya kelompok tani yang solid sebagai media belajar dan dukungan bersama.
Selain itu, pemberdayaan ini membangun ekosistem pertanian yang berkelanjutan dan inklusif di desa Jambo Papeun. Keterlibatan aktif perempuan dan pemuda sebagai peserta menunjukkan komitmen membuka ruang partisipasi merata dalam pembangunan pertanian. Program ini diharapkan memperkuat peran sosial-ekonomi petani, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memicu minat generasi muda terlibat di agribisnis berbasis komoditas lokal yang potensial. Dengan demikian, sosialisasi menjadi fondasi untuk pertumbuhan ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing.
Kegiatan sosialisasi juga menjadi momen penting untuk memperkuat jaringan kemitraan antara petani, lembaga desa, dan organisasi pendamping seperti LPHD dan BITRA Indonesia. Sinergi antar pihak ini diharapkan dapat mempermudah akses petani terhadap sumber daya teknis, bibit unggul, dan informasi pasar. Dengan dukungan yang terintegrasi, petani nilam bisa lebih mudah mengatasi tantangan budidaya dan pemasaran, sehingga keberlanjutan usaha tani semakin terjamin.
Lebih jauh, melalui pembentukan kelompok tani dan sekolah lapang, petani diajak untuk berperan aktif tidak hanya sebagai pelaku produksi, tapi juga sebagai agen perubahan di komunitasnya. Model pembelajaran kolektif ini membuka ruang diskusi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas dan mutu hasil pertanian. Dengan semangat kolaborasi, diharapkan desa Jambo Papeun dapat menjadi contoh pemberdayaan petani yang sukses dan inspiratif bagi wilayah lain.
Berikut rangkaian acara sosialisasi dimulai dari registrasi peserta pukul 8.00, sambutan dari Keuchik Jambo Papeun dan pengurus LPHD, pre-test, materi budidaya nilam oleh mitra pembibit, penyampaian data peserta sekolah lapang, istirahat, mekanisme budidaya program nilam, hingga penutupan dan administrasi peserta pada sore harinya.
Tinggalkan Komentar