TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

YANG MISKIN DAPAT PENGOBATAN ALTERNATIF GRATIS

13/07/2009
Keterbatasan masyarakat untuk berobat ke penyelenggara pengobatan medis secara umum terkadang terkendala dengan keterbatasan biaya yang dimiliki, namun hal tersebut dapat diantisipasi dengan inisiatif masyarakat yang lain sebagai praktisi pengobatan pada kelompok kesehatan alternatif seperti yang dilakukan oleh kelompok “Harum Amarullah” di Tembung dengan melakukan bakti sosial kesehatan alternatif (baksos).

Baksos dilakukan atas swadaya masyarakat sendiri dilakukan oleh kelompok kesehatan alternatif Harum Amarullah di Jl Makmur, Dusun Dahlia, Desa Sambirejo Timur, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bakti sosial kesehatan ini dilakukan selama 2 hari (24 – 25 Juni 2009) dengan maksud untuk melayani masyarakat kalangan sangat miskin yang tidak mampu mengakses kesehatan umum yang biasanya sangat mahal.

Baksos kesehatan alternatif selama 2 hari ini dikunjungi oleh 164 pasien dengan berbagai penyakit, seperti lever, keropos tulang, stroke, diabetes, kecanduan narkoba, asam urat, keputihan, migrant, asam lambung, darah tinggi, kolesterol dll. Pengobatan dilakukan dengan teknik acupressure (kupunktur tanpa jarum atau pijat totok jari), moksibasi (terapi dengan teknik pemanasan dengan daun Ngai yang bentuknya seperti cerutu), bekam (cop), akupungtur (teknik terapi dengan penusukan jarum). Sementara obat-obatan  yang digunakan semuanya berasal dari tanaman obar (herbal) baik yang segar maupun yang telah diolah dalam bentuk jamu dan minyak-minyakan.

Praktisi pengobat yang diturunkan untuk pengobatan gratis ini sebanyak 33 orang berasal dari berbagai kelompok kesehatan alternatif dampingan Yayasan BITRA Indonesia yang ada di 4 kabupaten kota (Langkat, Binjai, Deli Serdang dan Serdang Bedagai).

Menurut Rahman (49 tahun) sebagai salah satu praktisi akupunkturis yang telah mengikuti kegiatan baksos sejak 2004, kini juga ikut dalam tim pengobat kegiatan baksos kali ini, “sekarang masyarakat telah mulai muncul kesadarannya dan mulai menggandrungi pengbatan alternatif seperti ini”. “Baksos ini juga merupakan kegiatan yang dilakukan secara swadaya dan atas bantuan dan partisipasi masyarakat sekitar lokasi baksos, karena simpati dengan apa yang kami lakukan maka masyarakat menyumbangkan makan siang bagi kami para pengobat”, Kata Legiso (37 tahun) sebagai Ketua Kelompok Kesehatan Alternatif Harum Amarullah.

“Untuk mendiagnosa penyakit pasien yang datang kami menggunakan teknik diagnosa iridology, dimana pasien diperiksa iris atau bola matanya, dengan menggunakan lampu senter khusus, lalu difoto menggunakan kamera digital, hasilnya dimasukkan ke dalam komputer untuk dianalisis dan diketahui penyakitnya. Selain itu diagnosa juga dilakukan dengan pemeriksaan lidah, dan palpasi di daerah chun Kuan Chek”. Kata M Yusuf sebagai pelaku diagnosa pasien yang datang dalam baksos ini. (Isw)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107