TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Tanaman Obat di Alam Sekitar Kita

17/09/2012 , ,

Tanaman berkhasiat obat untuk penyembuhan atau obat herbal bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat Indonesia, karena obat ini sudah dikenal secara turun temurun semenjak nenek moyang ada di negeri ini.

Berbagai jenis obat herbal telah dikenal sejak dahulu, dan menjadi pengobatan utama berbagai suku yang beragam di Nusantara. Pada jaman dahulu kala, bahkan acapkali kita mendengar bahwa beberapa tanaman obat herbal memiliki nilai mistis tertentu atau cerita-cerita legenda yang menyertainya.

Dalam perkembangannya pada jaman modernisasi pengobatan dan penyembuhan penyakit, berbagai jenis obat herbal telah diteliti khasiat dan dijamin keamanannya sehingga termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern, atapun diteliti kandungan zat aktifnya untuk dijadikan obat modern. Karena itu tidak heran jika kemudian banyak pihak yang melirik obat-obatan herbal ini, dengan segala jenisnya, untuk diproduksi secara masal sebagai obat konvensional kedokteran.

Saat ini masyarakat tengah gandrung untuk kembali ke tanaman obat herbal, yang mana tanaman obat tersebut sangat mudah didapat dari alam sekitar, baik dihalaman pekarangan rumah maupun di sekitar kita.

Salah satu contohnya adalah tanaman lenglengan (Leucas lavandulifolia Smith) yang dikenal dengan nama lain L. linifolia, Spreng, dari family labiatae ini, biasa dikenal dengan nama lokal  paci-paci (Sunda), sarap nornor (Madura), daun setan, Lenglengan, lingko-lingkoan, nienglengan, plengan (Jawa), gofu hairan (Ternate), laranga (Tidore). Biasa tumbuh liar di tanah kering sepanjang tepi jalan, tanah-tanah terlantar dan kadang ditanam di pekarangan sebagai tanaman obat. Tanaman ini dapat ditemukan dari dataran rendah sampai ketinggian kurang dari 1.500 Mdpl.

Dapat mengobati penyakit dan berbagai gejala, seperti: sukar tidur, sakit kepala, influenza, batuk, batuk rejan, difteri, jantung berdebar, tidak datang haid, pencernaan terganggu, cacingan, kencing manis (diabetes mellitus), kejang, ayan/epilepsi.

Begitu banyak manfaat dari hanya baru satu jenis tanaman obat saja. Karenanya kita wajib bersyukur pada Allah untuk kelimpahan kekayaan alam yang diberikan yang dapat kita manfaatkan untuk kebaikan dan kesembuhan umat manusia dari berbagai jenis penyakit. Seperti kata-kata bijak, “’kalau ada yang alami mengapa harus yang kimiawi”.

Muhammad Yusuf, Kelompok Kesehatan Alternatif Herbal Amarullah, Desa Pasar 10 Tembung, Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107