
Bupati Serdang Bedagai, Ir H Soekirman, mengajak peserta untuk melakukan teknik partisipasi dalam pembukaan pelatihan
“Perencanaan pembangunan desa sangat perlu dilakukan dengan metoda partisipatif. Dengan perencanaan yang partisipatif maka masyarakat merasa memiliki apa yang dibangun di desanya, karena penggalian masalah yang ingin dipecahkan dengan pembangunan merupakan keburuhan utama masyarakat yang mereka ungkapkan dalam musyawarah dusun dalam tahapan penyusunan RPJM Desa.” Demikian diungkapkan Ir H Soekirman, Bupati Serdang Bedagai dalam pembukaan pelatihan.
Pelatihan untuk Fasilitator Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa untuk 90 desa yang ada di kabupaten Serdang Bedagai, dilakukan dengan 2 hari orientasi lapangan di Pusat Pelatihan Peternakan Mangga Dua dan dilanjutkan dengan 5 hari pelatihan kelas.
“Pelatihan dilakukan selama 7 hari (17 – 22 Nopember 2014) untuk gelombang pertama, setiap gelombang terdiri dari 3 kelas, berisi 30 orang setiap kelas, lalu akan dilanjutkan pada gelombang ke 2 dan gelombang ke 3 di awal bulan Desember 2014 dengan jumlah peserta keseluruhan 260 orang terdiri dari Kepala Desa, Sekdes dan Kaur Pembangunan.” Dijelaskan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), H Karno, SH, MAP.
“Pelatihan training of trainer (ToT) ini merupakan pelatihan yang pertama kali dilakukan di Sumatera Utara, dimana kabupaten Serdang Bedagai menjadi motor untuk perencanaan pembangunan yang partisipatif ini. Diharapkan setelah pelatihan ini, perangkat desa seperi Kepala Desa, Sekretaris Desa dan Kaur Pembangunan dapat memfasilitasi langsung dalam semua tahapan penyusunan RPJM Desa.” Ungkap Wahyudi sebagai master fasilitator dari BITRA Indonesia. (Isw)