Ribuan guru sekolah swasta bersama dengan tenaga pengajar honorer se-Sumatera Utara (Sumut) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut. Mereka mendatangi kantor DPRD untuk menolak atas pelaksanaan ujian nasional (UN) sebagai standar kelulusan para siswa. Para pengunjukrasa yang datang dari berbagai daerah meminta agar kelulusan para siswa dikembalikan kepada pihak sekolah.
Para guru yang bergabung dalam unjukrasa saat hari pendididkan nasional (Hardiknas) ini terdiri dari organisasi guru, Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS), Badan Musyawarah Kepala Sekolah/Madrasah Swasta (BMKSS), Persatuan Guru Swasta Indonesia (PGSI) dan Gabungan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (GPTENDIK) Sumut.
Dalam orasinya Drs. Suparno, M.Pd, mengatakan bahwa, “seharus pihak pemerintah segera mengembalikan aturan UN serta kelulusan siswa kepada pihak sekolah. Sebab hal tersebut adalah merupakan tanggung jawab daripada guru serta para staf pengajar terhadap siswa-siswinya.” Ujarnya.
“Stop UN untuk kelulusan dan kembalikan hak-hak guru. Pelaksanaan UN hanya dijadikan sebagai proyek yang menguntungkan segelintir orang, bukan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah. Bahkan mirisnya lagi, UN hanya digunakan untuk pemetaan dan pembinaan sekolah. Tanpa melakukan peningkatan mutu pendidikan di sekolah-sekolah.” Lanjut Suparno.
Para pengunjukrasa juga mengecam atas bobroknya pelaksanaan UN tahun ini. “Kami minta audit dana UN 2013, UKA, UKG dan PLPG” teriak pendemo di depan Gedung DPRD Sumut, hari ini (02 Mei 2013).
Aksi ini juga mendapat sambutan dari Sekretaris Komisi E, DPRD Sumut, Jhon Hugo Silalahi yang mengatakan pihaknya akan menerima secara terbuka dengan melakukan dialog terbuka antara staf pengajar dari masing-masing sekolah melalui perwakilannya akan diajak duduk bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk membahas tuntutan serta aspirasi dari para guru tersebut.
“Kami akan segera melakukan dialog terbuka antara para staf pengajar dengan pihak Dinas Pendidikan guna membahas tuntutan dari Bapak Ibu guru semuanya,” ungkap Jhon Hugo. (Ilham Pane)