TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Ratusan Petani Organik Siap Merapat ke Pesisir Sumbar

01/07/2013 , ,

Kerbau PetaniSekitar 500 petani organik di Sumatera Barat diperkirakan akan menjadi peserta dalam iven Galanggang Alam Pertanian Organik (GAPO) ke-3 di Pusat Belajar Rakyat Petani Organik Kelok Jaya, Balai Salasa, Kenagarian Palangai, Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Selasa hingga Kamis, 25 – 27 Juni 2013.

Kordinator GAPO, Fauzan Azim mengatakan, GAPO merupakan agenda tahunan petani organik di Sumatera Barat.  “Kita telah sukses menyelenggarakan GAPO pertama di Padang pada 2011 dan GAPO ke-2 pada 2012 di Kabupaten Agam,” katanya.

Menurut Fauzan, tahun ini GAPO akan mengusung tema membangun inovasi masyarakat tani dan nelayan dalam rangka meningkatkan sumber kehidupan yang berkelanjutan.

Sumbar dengan panjang garis pantai hampir mencapai 2.500 kilometer sangat strategis untuk dikembangkan menjadi provinsi berbasis ekonomi kelautan.

GAPO yang dikemas dalam konsep jambore dimana pera petani yang datang diharapkan membawa dan menyiapkan perlengkapan sendiri untuk menginap, bahan makanan serta kebutuhan lain selama jambore berlangsung.

Peserta, lanjutnya, menyiapkan tenda dan kesenian daerahnya masing-masing.  Selain itu, para peserta nantinya juga akan dibagi berdasarkan kelompok-kelompok diskusi.

Sementara itu, Kordinator Pesatuan Petani Pemandu dan Masyarakat Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim (P3MTBPI), Indra Media mengakui, GAPO kali ini diselenggarakan sepenuhnya atas inisatif dan kerja keras petani organik se-Sumatera Barat.

“Kami ini petani mandiri, sehingga GAPO memang sudah menjadi urusan petani” katanya.

Ditemui di sela kunjungan petani dari Aceh di Kanagarian Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, 19 Juni 2013, Indra Medi menyatakan, kemandirian petani merupakan harga mutlak bagi setiap petani.

“Kalau petani mandiri, maka apapun yang terjadi tidak akan banyak berpengaruh.  Dengan pertanian organik, petani sudah menghentikan ketergantungan atas pupuk dan bahan kimia lainnya,” jelas Indra.

Disinyalir, harga pupuk dan bahan kimia untuk pertanian konvensional akan meroket pasca penerapan rencana APBN-Perubahan yang ditandai dengan naiknya harga BBM.  Petani organik diharapkan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga tersebut.

“Tapi petani harus mengencangkan ikat pinggang dengan naiknya bahan-bahan lainnya diluar kebutuhan usaha tani,” tandas Indra. (Yose H Chende)

Sumber: www.ranahberita.com

Foto: http://bumiganesa.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107