Empat penyiar Radio Komunitas (Rakom) Star FM (Sukrisnur, Hayati, Dedi Gunawan, dan Jahlela) ikuti Pelatihan Jurnalisme Sensitif Gender, di Medan, pertengahan Juli 2018. Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari ini diadakan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP-PA) bekerjasama dengan Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI).
Bukan hanya penyiar Star FM, pelatihan ini juga diikuti 26 penyiar radio komunitas lainnya, yang merupakan perwakilan dari rakom-rakom yang ada di Sumatera Utara (Sumut), seperti Rakom Mitra, Rakom Garuda, Rakom Salam, Rakom Bahana, Rakom Pesona, Rakom Batubara, Rakom Paluta, Rakom Harosuhta, Rakom Langgiung, Rakom Kekelengan, Rakom Ermediate, dan Sekber Radkom Sumut.
Hadir sebagai pembicara yaitu Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Sumatera Utara Dra. Hj. Marhamah, M.Si, Ketua JRKI Solo, Sinam M Sutarto, Ketua JRKI Sumut, Tohap M Simamora, dan Sekretaris JRKI Sumut, M. Hidayat.
Dalam paparannya, Marhamah mengatakan, kendati pun pemerintah (melalui PP-PA) sudah melakukan pelatihan dan pengarahan tentang pentingnya kesadaran masyarakat untuk menciptakan keluarga dan lingkungan yang ramah dan sehat bagi perempuan dan anak, namun masih banyak juga kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, “oleh karena itu, dengan kegiatan ini diharapkan radio komunitas dapat menjadi corong terdekat bagi masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan penyadaran terhadap undang-undang perlindungan perempuan dan anak,” katanya.
Selanjutnya, dalam kegiatan tersebut, peserta juga dilatih bagaimana membuat iklan layanan masyarakat (ILM) yang berkaitan dengan pemenuhan hak-hak perlindungan perempuan dan anak.
Sukrisnur (Tok Labu), jurnalis warga Radio Komunitas Suara Teluk Aru (STAR) FM dari Pangkalan Brandan Barat.