Pemberdayaan Masyarakat | Pelatihan Radio Komunitas
“Masyarakat seharusnya menjadikan radio komunitas sebagai kebutuhan pokok, karena dengan mendengarkan radio komunitas, masyarakat dapat menambah ilmu pengetahuan, keterampilan, wawasan dan inovasi-inovasi baru melalui siaran-siaran yang ada pada radio komunitas”.
Hal di atas terungkap oleh ketua Dewan Penyiaran Radio Komunitas (DPRK), Radio MITRA FM, Dusun Tanjung Anom, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, kabupaten Deli Serdang, Pak Wardi, pada saat dilangsungkan Pelatihan Manajemen Radio Komunitas, 22 sampai 24 Februari 2011 lalu.
Delapan kesepakatan yang dihasilkan dalam pelatihan yang sekaligus dilanjutkan dengan strategic planning radio MITRA FM ini meliputi tiga substansi, yaitu bidang Sumber Daya, Sekretariat wilayah dan sekretariat Dewan Penyiaran Radio Komunitas (DPRK). Pada pembahasan sumberdaya ditetapkan bahwa Forum Kelompok Pendengar (Foker) harus berkontribusi untuk pembiayaan operasional radio secara swadaya dengan jalan memberikan kupon minimal 2 blok/bulan, Sedangkan iuran tetap Foker perbulan dialokasikan cicilan pinjaman alat atau perangkat radio saat awal didirikan pada pihak pemberi pinjaman.
Seluruh Foker radio MITRA FM yang berjumlah 16 Foker dari 4 Kecamatan, 2 Kabupaten (Deli Serdang dan Langkat) wajib mengutus penyiar untuk menyiar pada radio komunitas, sedangkan untuk Foker yang tidak mengutus penyiar ke radio komunitas, wajib membayar retribusi sebesar Rp. 25.000/bulan. Penyiar yang tidak hadir saat menyiar, dana transportasi pengganti ongkos penyiar akan diberikan kepada penyiar pengganti. Untuk lebih menyemarakkan acara siaran, Foker dianjurkan aktif untuk bertanya atau memberikan tanggapan melalui SMS dan telepon.
Untuk berhubungan dengan pihak luar (di luar perkumpulan radio) maka dibutuhkan sekretariat khusus Foker untuk wilayah Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Langkat, agar memudahkan kinerja eksternal terhadap pihak luar. Untuk wilayah Deli Serdang sekretariat berada di Foker Pelita Baru, sedangkan untuk wilayah Langkat sekretariat berada di Foker AML, sekertariat DPRK ditetapkan di kantor Foker Pentum (Rumah Kepala Desa).
Kegiatan pelatihan manajemen radio komunitas ini diikuti oleh 21 orang peserta, para peserta tersebut berasal dari penyiar radio komunitas, Foker, Anggota DPRK dan Badan Penyiaran Radio Komunitas (BPPK). Pelatihan yang dilakukan dengan metode partisipatif, praktis dan dinamis ini, menyesuaikan karakter masyarakat yang masuk dalam wilayah siarnya (pendengar sejangkau siar) agar terlatihnya kelompok yang mengelola radio komunitas secara baik, penyiaran dalam mengoperasikan radio komunitas dengan lebih maju, terlatihnya kelompok penyiaran dalam membuat paket dan program siaran dan manajemen radio komunitas.
“Selama ini telah dijalani tetapi masih ada banyak kekurangan, semoga setelah pelatihan dapat lebih baik lagi. Banyak permasalahan radio yang dibahas, seperti perkembangan radio dan yang lian. Diharapkan kepada seluruh peserta dapat bertanya tentang seluruh materi yang tidak dimengerti. Ini adalah bekal untuk mengajarkan kepada generasi penerus radio komunitas dalam mengelola sebuah organisasi radio. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang banyak untuk masyarakat,” Ungkap Ketua DPRK, Wardi.
Pelatihan manajemen radio komunitas ini berfungsi untuk memajukan masyarakat dalam mengembangkan radio MITRA FM lebih baik ke depan. “Bagi BITRA, pelatihan ini adalah tugas untuk memajukan masyarakat. BITRA akan terus berusaha bersama masyarakat dalam upaya pemberdayaan diri supaya lebih kuat dan lebih berdaya ke depannya. Pengembangan kegiatan-kegiatan positif pada masyarakat merupakan tugas dan fungsi pokok BITRA. Perencanaan tiga tahun ke depan BITRA juga beracuan pada kebutuhan pokok pemberdayaan masyarakat, utamanya pada pengembangan dan pemberdayaan kapasitas pengurus radio komunitas. Kerjasama dengan BITRA seperti pelatihan ini, perlu diperbanyak ke depannya.” Ujar, Iswan, perwakilan dari BITRA Indonesia.
Keputusan yang telah ditetapkan oleh masyrakat sendiri untuk kemajuan MITRA FM ke depan seharusnya dapat berjalan dengan lancar. “Dengan keputusan dan komitmen yang telah disepakati bersama, seperti melaksanakan tanggung jawab bersama dan prinsip pengawasan bersama, maka anggota MITRA FM dapat melaksanakan program dengan baik untuk kemajuan bersama. Sehingga kegiatan selama tiga hari pelatihan ini tidak terbuang sia-sia.” Tutur fasilitator, M. Hidayat.
“Pelatihan seperti ini sangatlah menguntungkan bagi penyiar, karena penyiar radio komunitas MITRA FM masih memiliki kualitas yang minim. Pelatihan-pelatihan ini tentunya akan sangat membantu kemajuan pengurus perkumpulan radio MITRA FM sendiri. Untuk kedepannya, sebaiknya BITRA tetap dapat mendampingi dan membantu radio komunnitas ini untuk lebih baik lagi.” Ungkap salah seorang peserta pelatihan, Yatimin. (Nirwansyah S/Elfa S).