TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Polisi Berpakaian Preman Kepung LBH Medan

02/06/2011

Advokasi Masyarakat | Korban Kerusuhan Tambang

Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan yang terletak di Jalan Hindu di kepung oleh aparat kepolisian. Kali ini dilakukan oleh Polda Sumatera Utara. Pengepungan diduga dilakukan karena pihak Polda hendak melakukan penangkapan terhadap dua orang tersangka perusakan camp PT Sorik Mas Mining di Mandailing Natal. Yakni Sholat Boru Batubara (22) dan Amdani Lubis (43)

Pengepungan bermula ketika sekitar Pukul 12:00 WIB, lima orang masyarakat dari Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal mendatangi Kantor LBH Medan di Jalan Hindu.

Menurut M Nuh, kedatangan Ia bersama keempat warga Siabu lainnya untuk meminta bantuan hukum dari LBH Medan terkait kasus penembakan yang dialami Sholat Boru Batubara (20). Yang terjadi pada Minggu (29/5) saat melakukan demo ke PT Sorik Mas Mining (SMM). “Kami cuma mau buat laporan dan meminta dampingan LBH,” ujarnya.

Namun saat masih berdiskusi di dalam ruang rapat LBH Medan, anggota LBH lainnya melihat sekitar lima orang mencurigakan di Pasar Hindu, yang berada di seberang kantor LBH Medan.

“Saya merasa aneh saja, kok tiba-tiba sudah ramai polisi, ini bentuk intimidasi terhadap LBH Medan. Seperti mau menangkap penjahat besar. Saya kenal ada dua polisi berpangkat AKBP, yang saya ingat namanya hanya satu AKBP Rudi Ripani,” ujar Direktur LBH Medan, Nuriyono.

Perbincangan dengan masyarakat pun akhirnya selesai sekitar Pukul 16:00 WIB. Tiba-tiba, saat hendak menyeberang, AKBP Rudi Ripani yang menggunakan kemeja putih bersama seorang anggotanya menggunakan kemeja hitam sambil memegang map berwarna merah datang dari arah berseberangan dan langsung mengadang kelima warga dari Madina.

Kericuhan pun terjadi  tepat di tengah badan Jalan Hindu. Ditambah lagi dengan puluhan wartawan dan fotografer yang berebut wawancara dan memfoto kericuhan tersebut. Sehingga kemacetan di Jalan Hindu pun tak dapat dihindari.

Nuriyono meminta pihak kepolisian dan masyarakat untuk masuk ke dalam kantor LBH dan mendiskusikan apa sebenarnya yang terjadi. AKBP Rudi Ripani beserta beberapa personilnya pun menuruti permintaan Nuriyono untuk melakukan diskusi tertutup.

Dalam perbincangan tersebut AKBP Rudi Ripani menyampaikan bahwa pihaknya hendak melakukan penangkapan terhadap dua orang warga Kecamatan Siabu, Madina. Yakni Sholat Boru Lubis (20)  yang merupakan korban penembakan, namun tidak ikut ke LBH Medan. Kedua ialah Amdani Lubis (43). Padahal Ia hanyalah supir yang membawa mobil dari Madina ke Medan.

Usai pertemuan tertutup dengan AKBP Rudi Ripani, personil Polda pun langsung meninggalkan kantor LBH Medan, sekitar Pukul 17:00 WIB dan tidak jadi melakukan penangkapan terhadap Amdani Lubis.

Namun hingga pukul 23:00 WIB, beberapa personil polisi berpakaian preman masih menunggu di luar kantor LBH Medan. Sedangkan kelima warga Madina dan pengurus LBH masih bertahan di dalam Kantor LBH.  (Rif/Tribun-medan.com)

Sumber: http://medan.tribunnews.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107