Pelayanan listrik PLN di Desa Air Hitam buruk dan tidak sesuai standard yang diharapkan, bahkan masyarakat merasa sangat kecewa. Pasalnya arus daya listrik yang disalurkan kepada masyarakat tidak mencukupi. Walaupun rata-rata masyarakat memasang daya 900 Watt, namun pada malam hari, terutama mulai pukul 18 s/d 23 WIB, voltasenya justru tidak mencapai 220 Watt. Voltasenya hanya berkisar antara 120-160 Watt.
Di beberapa tempat yang jauh dari gardu malah bisa menurun sampai cuma 70 Volt, sehingga TV pun tak dapat menyala. Apalagi alat–alat elektronik ber-arus besar, seperti DAP (mesin pompa air), blender, dan lain-lain. Padahal di waktu-waktu seperti inilah listrik sangat dibutuhkan sebagai penerangan dan hiburan bagi masyarakat yang notabenenya petani.
Akibat kurangnya daya voltase ini, masyarakat sangat dirugikan karena cepat rusaknya alat-alat elektronik yang dimiliki warga. Ambil contoh bola lampu listrik 40 Watt. Tidak lebih dari 6 bulan, bahkan bisa 3 hari, lampu 40 Watt ini akan cepat mengalami kerusakan. Untuk bola lampu di bawah 40 Watt dapat dipastikan tak lebih dari 1 minggu, tak peduli merk apa pun.
Oleh karena itu, masyarakat terpaksa mengunakan bola lampu 40 Watt, walaupun untuk menerangi ruangan sebenarnya membutuhkan penerangan kecil saja, seperti kamar kecil dan kamar tidur. Hal ini menyebabkan masyarakat tidak bisa menghemat pemakaian listrik. Sementara itu, pembayaran tagihan listrik tidak pernah sedikit, rata-rata diatas Rp 50.000,-. Bahkan ada yang mencapai 400 ribu sampai 1 juta rupiah lebih per bulannya. Padahal, pemakaian listrik masyarakat masih standard keluarga, yakni beberapa bola lampu, TV, dan alat elektronik pendukung lainnya.
Masyarakat juga menilai penyebab utamanya adalah tidak sesuainya kapasitas gardu dengan jumlah pengguna, baik dari sisi beban maupun jangkauan yang terlalu dipaksakan. Sudah beberapa kali masyarakat meminta penambahan gardu dan perbaikan, tetapi tak pernah mendapat tanggapan.
Selain itu, rendahnya kwalitas pelayanan dan sikap sewenang-wenangnya petugas PLN juga sangat mengecewakan warga. Dari mulai pemasangan intalasi yang sembrono dan buruknya jalur kabel listrik yang sangat membahayakan pemilik rumah atau pengguna jalan. Bahkan ditemukan ada jalur kabel listrik yang dapat diraih oleh anak-anak. Padahal untuk bisa menikmati fasilitas listrik negara ini masyarakat harus merogoh kocek yang sangat mencekik leher.
Untuk pemasangan KWH pertama saja, masyarakat dipatok dengan harga Rp 3.800.000,- dengan jatah kabel 15 meter. Jika rumah yang bersangkutan lebih dari 15 meter dari kabel induk, maka harus membayar biaya kabel sebesar Rp 25.000,-/meter sesuai dengan jumlah meter penambahan digunakan. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah masyarakat di luar jangkauan jalur listrik, yang dibangun pada sekitar tahun 2000 lalu. Saat ini mereka harus membangun jaringan sendiri dengan cara swadaya. Contohnya masyarakat Pasar 5 Dusun Sidomulyo dan masyarakat Pasar 9 dan Pasar 10 Dusun Sidomakmur Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
Dengan biaya lebih dari 90 juta rupiah, sekitar 40 KK dari Desa Air Hitam itu harus membangun jalur listrik PLN sendiri. Itu pun hanya untuk jalurnya (kabel dan tiang) saja. Akibatnya total biaya pemasangan membengkak mencapai 6-7 juta Rupiah per KWH.
Sayangnya, dengan biaya sebesar ini warga masih saja tidak mendapat pelayanan dan kwalitas yang memuaskan. Kecuali Voltase yang rendah, pemasangan jalur jaringan juga terkesan asal jadi, yakni hanya dengan pipa berukuran kecil yang lebih cocok untuk jalur telepon. Akibatnya, daya penghantar listrik pun jadi rendah. Sedangkan jarak antarpipa sangat jauh, ini mengakibatkan kabel melengkung sampai hampir kandas dengan tanah. Belum lagi sedikitnya penerangan jalan di sepanjang jalur PLN di desa ini. Menurut warga, untuk pemasangan satu lampu jalan, masyarakat harus membayar biaya pemasangan sebesar 200 ribu rupiah.
Menyikapi persoalan ini, masyarakat sangat berharap atas kepedulian dari pemerintah, terutama pihak PT PLN Persero. Bagaimanapun, sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, PLN perlu melakukan perbaikan instalasi dan kwalitas pelayanan listrik di Desa Air Hitam. Karena tanpa hal itu, mustahil motto PLN “Listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik” (Electricity for a Better Life) dapat terwujud. (Hadi Siswoyo)