Dampak erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, sejak 15 September 2013 lalu telah menyebabkan terjadinya penurunan produksi pertanian bahkan kerusakan lahan yang parah (puso). Kerugian yang ditimbulkan mencapai sekitar 902 miliar rupiah lebih, sedangkan akibat puso mencapai 39 miliar rupiah.
“Kerugiannya diperkirakan mencapai 1 trilun rupiah, mungkin lebih,” kata Kepala Dinas Pertanian Sumatera Utara HM Roem di Medan, seperti dilansir Antara, Rabu (15/1/2014). Data kerusakan dihitung hingga 18 Desember 2013. Tercatat lahan pertanian yang terkena dampak erupsi mencapai 29.885 hektare lebih, terdiri dari 20.219 ha tanaman pangan dan 9.666 ha tanaman holtikultura.
Mengenai lahan pertanian para pengungsi yang rusak akibat tertimbun debu vulkanik, Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus BITRA Indonesia, pada kesempatan Bakti Sosial Kesehatan (30/1), mengimbau pemerintah atau pihak-pihak terkait agar memberikan perhatian dan penanganan yang serius.
Meski prosesnya butuh waktu, tapi pemerintah perlu memilih teknologi tertentu yang bisa secara cepat membersihkan lahan pertanian yang rusak tersebut, kemudian memulihkannya.
Termasuk menyiapkan kebutuhan pertanian para pengungsi yang rata-rata petani. “Karena secara teknis, dalam dunia pertanian tidak hanya sekadar ada lahan, tapi juga ketersediaan pupuk, utamanya pupuk organik dan perlengkapan sarana produksi (saprodi) lainnya. Artinya, kalau status Sinabung sudah aman, para pengungsi tersebut bisa kembali ke desa mereka masing-masing dan melakukan usaha pertanian tanpa harus menunggu lebih lama. Sebab kebutuhan pertanian sudah disediakan,” jelasnya.
Harapan para pengungsi yang rata-rata dari Desa Payung ini juga sama. Sebab selama ini mereka menggantungkan hidup dari lahan pertanian, yang hasilnya dikirim ke berbagai kota, misalnya ke Batam, Jakarta, bahkan sampai ke Thailand. “Oleh sebab itu, kami berharap kalau ada bantuan pupuk, bibit dan modal maunya dipenuhi,” ujar Hesti yang selama mengungsi kini ngemou, yaitu bekerja sebagai buruh tani. (jc/isw)
Foto: REUTERS/YT Haryono