Menyimak banyaknya persoalan dalam masyarakat, seperti bahaya narkoba dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), peran perempuan sebagai pelopor tangguh antinarkoba dan KDRT sangatlah dibutuhkan. Misalnya melalui diskusi-diskusi tematik mengenai berbagai persoalan kriminal yang terjadi di masyarakat. Sehingga misi-misi pencegahan narkoba, KDRT, atau kekerasan terhadap anak bisa disampaikan kepada perempuan di seluruh Kabupaten Serdang Bedagai.
Hal ini diungkapkan Iptu Zulham, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PAA) Polres Serdang Bedagai, usai diskusi tematik membahas bahaya narkoba dan KDRT, yang diadakan Gerakan Perempuan Serdang Bedagai (GPS) bekerjasama dengan Bitra Indonesia, di Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan, Januari lalu. Menurutnya, pihak kepolisian resort (Polres) Serdang Bedagai sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan GPS ini. “Apa saja yang bisa GPS lakukan untuk mengembangkan aktifitas perempuan Sergai, kita dari kepolisian siap ikut serta memberikan masukan/materi apa yang mereka butuhkan, baik masalah kabtimmas maupun masalah kriminal lainnya yang terjadi sehari-hari,” jelasnya.
Zulham menambahkan, penanganan keamanan tidak terlepas dari konsolidasi dan sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah. Untuk itu, tidak saja upaya refresif, upaya preventif dan pre-emtif juga penting dilakukan. Misalnya seperti diskusi yang dilakukan GPS tersebut. Berdasarkan data Polres Sergai, kata Zulham, tingkat kejahatan terhadap perempuan dan anak pada 2015 ada 75 kasus, sedangkan pada 2016 ada 86 kasus. “Harapan saya, dengan sosialisasi seperti yang dilakukan GPS ini, tingkat kejahatan yang menyangkut narkoba perempuan dan anak pada 2017 jadi menurun. Dan apa pun keberhasilan itu harus didorong oleh masyarakat,” ujarnya. (jc)
Ilustrasi (Jubi/Dakta.com)