TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Pentingnya Perlindungan bagi Produsen Pangan Skala Kecil

29/10/2010

Perbaungan, 28 Oktober 2010.

Pemerintah diminta untuk memberikan perlindungan lebih kepada petani, pekebun, dan nelayan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pangan domestik yang kian terancam oleh perubahan iklim.  Terlebih Serdang Bedagai sebagai lumbung pangan Sumatra Utara, pemerintah perlu memainkan peran penting dalam menjaga penghidupan para produsen pangan kecil ini.

Sesuai dengan tema yang diangkat, masyarakat diharapkan dapat menghargai pangan lokal dan meningkatkan nilai pangan beragam. “Pangan lokal merupakan sumber yang telah tersedia oleh alam, untuk itu kita harus menjaga dan meningkatkan sumber yang telah ada. Tak hanya itu, pangan beragam juga sangat penting bagi masyarakat di Indonesia, khususnya kawasan Serdang Bedagai sebagai penghasil pertanian, sehingga masyarakat tidak hanya berpihak pada beras yang telah menjadi tradisi,” ungkap Wakil Bupati Serdang Bedagai Sukirman.

“Sektor pangan mengalami ketergangguan yang signifikan sebagai akibat buruk dari perubahan iklim. Hal ini diperparah dengan tidak jelasnya agenda adaptasi yang digagas oleh pemerintah, sehinga perlindungan terhadap petani, pekebun dan nelayan sangat minimal.” ujar Koordinator Nasional Aliansi untuk Desa Sejahtera (ADS) Tejo Wahyu Jatmiko  disela-sela Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara (27/10).

Mengingat penyediaan pangan semakin sulit, dibutuhkan pendekatan baru yang menempatkan produsen skala kecil sebagai fokus utama. “Produsen kecil lah yang menyediakan pangan kita. Ditingkat global, 70% pangan disediakan oleh produsen kecil, sehingga sudah sewajarnya perhatian dan perlindungan diberikan kepada mereka, bukan pemilik modal besar yang orientasinya untuk ekspor.” Tegas Witoro, Koordinator Kelompok Kerja Beras ADS.

“Kami menyadari, diperlukan kerjasama antar para pihak untuk menurunkan kelaparan dan kemiskinan, serta mewujudkan kedaulatan pangan bertumpu pada sumber daya lokal di Sumatara Utara.” Sampai, Wahyudhi, Ketua Badan Pengurus Yayasan Bitra Indonesia. Karena itulah Bitra menyambut gembira kerjasama yang konstruktif dengan pemerintah daerah Sergai Bedagai untuk memberikan perlindungan dan jaminan bagi produsen pangan kecil.

Pada tahun 2010 pemenuhan pangan dari sektor perikanan di Sumatera Utara terancam defisitnya. Pasalnya, hingga September 2010, realisasi produksi pangan dari sektor perikanan budidaya hanya sekitar 3 ribu ton, atau sebesar 25% dari total target 2010 yang mencapai 112 ribu ton. Salah satu penyebabnya, termasuk cuaca ekstrem yang belakangan menghambat produksi perikanan budidaya. Untuk itu, petani diharapkan dapat lebih sensitif terhadap iklim yang tidak tetap dan lebih comperative dalam menghasilkan bibit dan pupuk sendiri.

“Di sektor perikanan tangkap ditemukan fakta bahwa lebih dari 3,5 juta ton konsumsi ikan domestik berasal dari nelayan tradisional. Sementara pelaku usaha hanya berkontribusi kurang dari 1,5 juta ton, sedang sisanya di ekspor secara gelondongan. Karenanya, memberikan perlindungan dan intensif lebih pada sektor perikanan tradisional adalah tepat, dalam upaya memaksimalkan pemenuhan kebutuhan pangan ikan domestik.” Papar M. Riza Damanik, Koordinator Kelompok Kerja Perikanan ADS. 

Meskipun hingga saat ini Serdang Berdagai sebagai lumbung pangan Sumut masih mengalami surplus pangan mencapai 125 ribu ton, tetapi luas areal sawahnya menurun. Tercatat dari tahun 2004, hingga 2008 rata-rata di Sumatra Utara mencapai 15.000 ha pertahun. “Jika luas lahan pangan tidak dilindungi,  perlahan Serdang Bedagai pun  dapat mengulangi kejadian yang terjadi di kawasan lain, seperti Kabupaten Batang Hari di Jambi, yang berubah dari lumbung beras menjadi kawasan yang harus mendatangkan beras dari luar untuk kebutuhannya.”jelas Abetnego P Tarigan, Koordinator Kelompok Kerja Sawit ADS.  

Melihat kondisi ini, jelas diperlukan langkah strategis yang dapat menjamin pemenuhan pangan warga sekaligus penghidupan  produsen kecilnya. Program yang perlu segera diwujudkan adalah pengembangan lumbung komunitas, memfasilitasi akses masyarakat ke sumberdaya lahan, informasi iklim yang sahih dan tepat waktu, serta jaminan/asuransi ke petani/nelayan/pekebun.

Peringatan Hari Pangan 2010 di Serdang Bedagai mengangkat tema “Menghargai pangan lokal dalam rangka diversifikasi pangan menuju kedaulatan pangan”.  Acara dibuka oleh Bupati Serdang Bedagai, Ir. H.T. Erry Nuradi pada 27 Oktober 2010. Turut hadir Wakil Bupati Serdang Bedagai, tokoh-tokoh masyarakat, organisasi nelayan dan petani, serta sejumlah organisasi masyarakat sipil di Sumatera Utara. Acara sendiri berlangsung selama 2 hari dengan kegiatan berupa seminar, pameran pangan lokal, serta pagelaran budaya. (rel)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107