TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Pentingnya Penegakan HAM & Demokrasi di Asia Tenggara

19/10/2012 ,

Jejaring Kajian HAM Asia Tenggara (Southeast Asia for Human Rights Studies Network – SEAHRN) sukses menggelar konferensi internasional HAM kedua di Hotel Millennium, Jakarta, 17-18 Oktober 2012. Konferensi yang diaktori para akademisi dan aktivis HAM se-Asia Tenggara ini mengangkat tema “HAM, Konflik dan Perdamaian di Asia Tenggara.” Konferensi diselenggarakan selama dua hari dengan 3 sesi pleno dan 24 sesi panel menghadirkan 94 pembicara para pakar,  peneliti dan aktivis HAM serta diikuti 400 peserta dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Turut hadir mantan Menlu RI, Nur Hasaan Wirajuda yang memberikan pidato kunci, Sekjen Asean, Surin Pitsuwan dan Dirjen HAM, Harkristuti Harkrisnowo.

Nur Hasan Wirajuda mengatakan, “perjuangan penegakan HAM dan demokrasi di Asia Tenggara adalah sebuah keniscayaan. Tuntutan perubahan dan menggelindingnya isu-isu HAM dan demokrasi semakin mendorong perubahan yang signifikan bagi komunitas bangsa-bangsa di Asia Tenggara. Dan, lahirnya komisi HAM Asean serta penggodokan deklarasi HAM Asean adalah potret kemajuan yang patut diapresiasi. Konferensi ini pun, hemat saya, berupaya mengaregasi realitas kemajuan tersebut.”

Pada Sesi Pleno, Surin Pitsuwan, mengatakan, “Asean yang kini berusia hampir setengah abad masih mampu bertahan menunjukkan tingginya semangat dan komitmen bersama mewujudkan komunitas Asean yang solid dan bermartabat. Begitupun, tetap dibutuhkan dorongan-dorongan yang rasional untuk memperkokoh solidaritas Asean yang benar-benar mampu sejalan dengan langkah-langkah penegakan HAM dan demokrasi. Kasus di Myanmar adalah contoh baik bagaimana Asean turut berkontribusi langsung dalam kerangka penegakan HAM dan demokrasi.”

Konferensi ini berjalan dengan lancar dan sukses berkat dukungan dari banyak pihak. Selain para akademisi HAM yang bergabung di Sentra HAM UI dan komunitas SEAHRN dari lima negara, khususnya Universitas Mahidol, serta para sukarelawan dari berbagai universitas dan aktivis HAM di Indonesia, tentu saja dukungan yang besar dari SIDA dan RWI, demikian ditegaskan Hadi Purnama, panitia lokal yang juga ketua Sentra HAM UI.

Majda El Muhtaj, Kepala Pusat Studi HAM Universitas Negeri Medan (Pusham Unimed), yang juga anggota komunitas SEAHRN merasakan bangga atas suksesnya penyelenggaran konferensi ini. Semoga kegiatan berkualitas ini menjadi “amunisi” baru bagi kekuatan pencerahan untuk merekayasa kehidupan yang lebih bermartabat di Asia Tenggara dan khususnya Indonesia. (rel/Pusham Unimed)

Ilustrasi/Logo: http://www.rimanews.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107