
PAUD dan Jalan Gang: inilah salah satu hasil rombakan Penggunaan Dana Desa Pematang Cermai dengan membangun 1 Ruang belajar PAUD Plamboyan dan Jalan Gang Saudara yang panjangnya 100 meter.
Penggunaan Dana Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, yang bersumber dari APBN 2015 dirombak-rombak, tidak sesuai dengan hasil musyawarah kepala desa dengan warganya. Hal ini dikeluhkan salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan jati dirinya pada Kamis (1/10).
Sebelumnya, musyawarah yang dilaksanakan sekitar satu setengah bulan lalu antara Kades Pematang Cermai dengan warganya telah menyepakati penggunaan dana desa untuk membangun Dam di dusun III. Namun, seminggu kemudian, Kades mengundang warga kembali bermusyawarah merombak hasil keputusan rapat pertama dengan mengalihkan penggunaan dana desa tersebut untuk membangun Jalan di Dusun II Pegatalan.
Menurut narasumber yang minta tidak disebutkan namanya, hasil musyawarah ke dua pun dirombak kembali oleh Kepala Desa dengan mengalihkannya untuk membangun 1 ruangan lokal pendidikan anak usia dini (PAUD) di Dusun II, membuat 4 Jalan gang di Dusun I, membuat 3 jalan gang di Dusun III, mendirikan 2 pos siskamling, serta penimbunan jalan dengan sirtu di dusun IV dan V masing-masing satu titik.
Ilham, Sekretaris Desa Pematang Cermai, membenarkan soal dana desa yang bersumber dari APBN telah cair sejumlah Rp 200 juta, tapi dia lupa bulan berapa cairnya. Ketika ditanyakan soal penggunaan dana desa yang selalu dirombak-rombak ia hanya tersenyum tanpa bisa menjelaskan. Namun ia menambahkan bahwa rencana pembangunan dam, jalan, termasuk PAUD, jalan gang dan lain sebagainya sudah tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa. Ia menambahkan jika ingin lebih jelasnya bisa ditanyakan kepada Bendahara Desa. “Jika ingin berjumpa dengan Kepala Desa saat ini tidak ada di tempat, ia sedang keluar,“ ujar Ilham.
Mengenai sudah berapa banyak dana desa yang digunakan untuk membangun 1 ruangan lokal PAUD, jalan gang, pos siskamling dan penimbunan jalan tersebut, Bendahara Desa Pematang Cermai Misdi tidak dapat memberikan penjelasan. Ia beralasan, takut salah dalam memberikan keterangan tentang jumlah dana Desa yang sudah terpakai. “Untuk lebih jelasnya tanyakan saja kepada Kepala Desa,“ jelasnya.
Untuk memperkuat informasi dari warga sekitar soal dana Desa tersebut, penulis mencoba menghubungi Arifin, Kepala Desa Pematang Cermai, lewat telepon genggam, namun telepon genggam Kepala Desa sedang tidak aktif. (Agus Silalahi, Jurnalis Warga)