TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Pendidikan dan Pelatihan Resolusi Konflik

27/04/2010

 

 

Pasca reformasi tahun 1998, perjalanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat di Indonesia memasuki tahapan baru yaitu tidak pernah terlepasnya warga negara dari carut marut konflik sosial. Melihat catatan perjalanan bangsa ini, Indonesia bisa dikatakan sebagai negara yang sarat dengan konflik sosial.

Segala Bentuk benturan sosial yang berlangsung akibat dari konflik sosial, akan selalu berdampak sama yaitu; kekalahan masyarakat lemah yang berimplikasi pada stress sosial, kepedihan dan kehancuran asset-aset material dan non material yang ditandai dengan hilangnya kepercayaan diantara pihak yang bertikai, rusaknya hubungan jaringan sosial dan hilangnya kepatuhan pada tata aturan norma dan tatanan sosial yang berlaku.

Di Sumatera Utara sendiri, konflik yang cukup tinggi intensitasnya adalah konflik agraria dan konflik industri yang merupakan gambaran konflik antar ruang. Bisa konflik antar komunitas dengan pemerintah, Pihak Swasta atau Badan Usaha yang berorientasi profit. Contohnya konflik agraria yang terjadi di Desa Pergulaan, Bangun Purba dan konflik lainnya di daerah Tapanuli Selatan, Madina, Paluta serta daerah lainnya. Melihat tingginya intensitas konflik agraria di sumatera utara ini, selama tiga hari, Yayasan Bitra Indonesia menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan reolusi konflik. Peserta yang hadir didalam pelatihan ini berasal dari kelompok petani dampingan Bitra yang tengah mengalami konflik agrarian dan yang memiliki potensi akan mengalami konflik agrarian di lahan pertaniannya.

“Kita harapkan peserta dapat melakukan identifikasi terhadap gejala konflik kemudian mampu melakukan manajemen konflik sehingga dampak negatif dari konflik bisa dihindari dan kelompok-kelompok rakyat kedepannya bisa menyusun strategi untuk bisa menangani kasus-kasus ketidak adilan khususnya yang berkaitan dengan sektor agraria ”ungkap Hawari, staff divisi Advokasi Yayasan BITRA Indonesia.

Pendidikan dan pelatihan yang diadakan selama tiga hari ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai resolusi konflik sehingga kedepannya peserta akan mampu memahami tahapan dalam proses penyelesaian konflik yang dihadapi serta mampu menyusun strategi penyelesaian konflik berdasarkan analisis kasuistik yang pada akhirnya akan menumbuhkan kemampuan kelompok rakyat untuk melakukan penyelesaian konflik secara mandiri.

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107