TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Pamor Sertifikasi Padi Organik di 3 Kabupaten

29/08/2013 , ,
Sekolah Lapangan Pertanian Selaras Alam (SL-PSA) merupakan ruang pembelajaran dan praktik pertanian organik untuk menjamin mutu organik. Foto: Iswan K. |

Sekolah Lapangan Pertanian Selaras Alam (SL-PSA) merupakan ruang pembelajaran dan praktik pertanian organik untuk menjamin mutu organik. Foto: Iswan K. |

Untuk membedakan produk organik dan non organik, seringkali masyarakat mengalami kesulitan. Adanya sertifikasi padi organik akan memudahkan sehingga beras yang dikonsumsi nantinya diberi label organik. Dalam waktu dekat, di Sumatera Utara (Sumut) akan dilakukan sertifikasi padi organik di 3 kabupaten untuk pertama kalinya.

“Tiga kabupaten tersebut Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Toba Samosir. Proses sertifikasi sudah berjalan dan ditargetkan keluar pada tahun ini juga,” kata Ketua Penjamin Mutu Organik (Pamor) Sumut, Restu Aprianta Tarigan atau yang akrab dipanggil Anta.

Untuk di Deli Serdang, yang menjadi lokasi sertifikasi berada di Kecamatan Namu Rambe, Serdang Bedagai berada di Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan dan untuk Toba Samosir di Laguboti dan Porsea.

Untuk menentukan satu produk pertanian sebagai produk organik adalah dengan menjamin bahwa petani tidak menggunakan bahan-bahan kimia yang berasal dari pupuk atau obat-obatan. Petani, kata dia, hanya menggunakan pupuk organik serta perairan yang terbebas dari kontaminasi di sekitarnya.

Namun demikian, kata Anta, untuk mengurangi kemungkinan kontaminasi bercampurnya bahan kimia ke pertanian organik, petani membuat sistem bedengan guna menyaring zat-zat kimia yang terkandung dalam air. “Selama ini produk pertanian khususnya padi baru dilakukan di padi sawah sementara untuk padi ladang belum dilakukan,” katanya.

Perkembangan pertanian organik saat ini kata Anta semakin besar. Sebagai contoh, di Serdang Bedagai sudah mencapai 22 hektare yang menerapkan sistem organik. Apalagi, produktivitas padi organik tidak kalah. misalnya dalam 1 hektare, produktivitasnya bisa mencapai 7 ton gabah atau sekitar 3 ton beras perhektarenya.

Di sisi lain, dari sisi harga masih lebih tinggi dibandingkan padi umumnya. Harga yang berlaku saat ini untuk padi organik sekira Rp 3.000 lebih tinggi. “Dalam penentuan harga jualnya, kita melakukan sistem fair trade yakni, berapa biaya yang dikeluarkan petani untuk memproduksinya, kemudian petani menjualnya dengan untung. Itu lah harganya, biarpun lebih tinggi Rp 3.000 dibandingkan non organik,” katanya.

Anta mengatakan, cara membedakan beras organik dan non organik setelah dimasak. Beras organik lebih tahan lama dibandingkan non organik. “Tapi dengan sertifikasi, nantinya semua produk organik akan diberi label organik oleh Pamor,” ujarnya. (dewantoro)

Sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107