TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Neneng: Perempuan Harus Mandiri dan Sejahtera

21/04/2014 , , ,

Neneng-jdDalam mensejahterakan keluarga dan masyarakat, peran perempuan sangatlah penting. Untuk itu, kaum perempuan harus mandiri, berpikiran maju, dan partisipatif dalam setiap kegiatan masyarakat. Tentu ada banyak kegiatan yang dapat dilakukan perempuan, seperti di bidang pertanian, ekonomi kreatif, maupun kesehatan alternatif. Demikian pendapat Neneng, bendahara Asosiasi Pengobat Alternatif Sumatera Utara (APASU), pada akhir Januari lalu.

Nama lengkapnya adalah Maulinda Aulia, tapi teman-teman dari Kelompok Tani Tunas Baru dan APASU kerap memanggilnya Neneng. Mungkin karena parasnya yang mirip perempuan Jawa, sebutan Neneng pun melekat di dirinya. Aslinya, ayah Neneng berdarah Minang bersuku Jambak, sedang ibunya perempuan Batak boru Damanik. Bagi perempuan kelahiran Desa Pulau Tagor, 6 Juni 1970 ini, dipanggil Neneng sebenarnya biasa-biasa saja. “Sudah sejak kecil,” katanya.

Ibu rumah tangga yang murah senyum ini aktif mengikuti perkembangan kelompok tani di daerahnya, dan ini menjadikannya makin paham akan dinamika kelompok petani. Tak heran pula kalau teman-temannya di kelompok tani Tunas Baru juga memilihnya sebagai bendahara melihat keaktifan dan keseriusannya terhadap isu-isu pertanian dan lingkungan yang terjadi di kelompoknya,termasuk isu kesehatan masyarakat pada umumnya.

Hal ini tentu tak terlepas dari sikap Neneng yang terbuka dan kritis sehingga membuatnya dipercayai sebagai pengurus di berbagai organisasi masyarakat, mulai dari kelompok tani, sampai organisasi rakyat (OR) seperti APASU. Selain itu, Neneng juga selalu antusias dalam mengikuti berbagai kegiatan bakti sosial (baksos) yang diadakan Yayasan Bitra Indonesia dan APASU, seperti baksos di Sergai, Deli Serdang, dan Langkat. Juga saat mengikuti baksos korban erupsi Sinabung di posko pengungsian Desa Lau Gumba dan Desa Sumbul, beberapa waktu lalu.

Selain bertani, aktifitas Neneng sehari-hari memang membuka praktek pengobatan alternatif di rumahnya, yaitu pengobatan menggunakan teknik akupresur. Ilmu pengobatan akupresur yang ditekuninya sejak 2010 ini didapatnya dari berbagai pelatihan yang diadakan Bitra dan APASU. Termasuk cara membuat jamu instan dan obat-obatan herbal.

Di rumahnya, Neneng membuat jamu instan dan obat-obatan herbal yang berbahan baku dari kunyit, jahe, dan bahan-bahan lainnya, dengan omset bisa mencapai Rp 1,6 juta per bulan. Jamu instan dan obat-obatan herbal ini dia salurkan melalui teman-teman sesama praktisi akupresur, misalnya seperti Pak Noto, Pak Yusuf, dan beberapa teman praktisi lainnya. Dan di bidang kusuk alternatif, Neneng bisa mengantongi penghasilan sekitar Rp 750 ribu per bulan.

Ke depan, dengan bantuan Bitra dan APASU, Neneng berharap jamunya bisa mendapat surat izin merek. Kemudian untuk APASU, Nenengyang sesekali jadi fasilitator APASU tersebut berharap agar organisasi ini bisa mensejahterakan anggotanya. Karena menurut Neneng,adanya berbagai kegiatan yang melibatkan perempuan harusnya bisa lebih memajukan kaum perempuan, menjadikan perempuan mandiri, serta mampu mensejahterakan keluarga dan masyarakat sekitarnya. “Aku ingin perempuan di desaku punya sikap mandiri,serta dapat membantu masyarakat yang terbelakang,yang termarjinalkan untuk menjadi sejahtera. Masyarakat, khususnya perempuan, harus bisa berpikiran maju dansenantiasa meningkatkan keterampilannya, agar bisa mengubah perekonomian keluarga ke arah yang lebih baik,” ujar istri dari Suyatno ini. (jc)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107