Keinginan membangun sebuah wadah berhimpun atas dasar kebersamaan, kekeluargaan, gotong oyong, kepedulian sosial (sesama), serta niat untuk berloba-lomba demi kebaikan, semata-mata karena Allah SWT dan fastabiqul khoirot, maka didirikan perkumpulan Suara Teluk Aru (STAR) pada tahun 2016 namun secara formal diresmikan pada 17 Januari 2017 dengan anggota yang beragam, karakter, usia, suku, (ras), profesi dan kesukaan (hobi).
Awalnya STAR dimotori oleh 5 orang penggagas yang telah menyatukan visi yang bulat untuk membuat perkumpulan ini. 5 orang ini datang dari daerah yang tidak dapat dikatakan berdekatan, yakni Sukrisnur (Atok Labu) dari Securai Selatan, Babalan, Legimin dari Sekoci, Besitang, Elvida Hanim dari BM 1, Sei Lepan, Salbiah dari Tangkahan Durian, Berandan Barat, dan Yusvanida warga desa Lama Baru, Sei Lepan.
“Pertemuan kami, yang berasal dari tempat yang berbeda, berawal dari pertemuan, kedekatan dan partisipasi kami pada sebuah radio komersial yang ada di Pangkalan Berandan, pada waktu itu. Namun karna kami merasa keterbatasan untuk berbuat lebih banyak pada masyarakat, terutama masyarakat yang berhimpun di radio komersial tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk membangun sebuah perkumpulan atau komunitas sendiri yang akhirnya kami namai Komunitas Suara Teluk Aru (STAR).” Demikian Diungkapkan Legimin dengan nama udara (siar) Pak Leo ini mengawali cerita perkumpulan yang kini mulai membesar, seiring waktu berjalan.
Setelah terbentuk perkumpulan, dengan modal kurang dari 10 juta, patungan dan pinjaman dari para pendiri, perkumpulan berhasil mendirikan radio komunitas STAR FM yang siar para gelombang 107,7 Mhz. Sebelumnya, radio masih menumpang di salah satu sudut ruang, dekat dapur rumah salah satu pendiri. Kini, masih pada gang yang sama, atas hibah tanah tapak studio dari warga anggota dan pendengar radio yang bersimpati, studio radio permanen dibangun di Gang Marcopolo, Kelurahan Tangkahan Durian, Brandang Barat.
“Pancaran siaran STAR FM kami gunakan untuk menggalang kekuatan dan kebersamaan yang semakin besar. Radio sebagai alat komunikasinya, namun kami juga menggerakkan berbagai kegiatan bersama masyarakat secara offline, untuk itu kita sudah bersepakat akan berkontribusi sebesar Rp 10,000,- per bulan sebagai “motor” penggerak semua kegiatan perkumpulan. Selain dari anggota, saat awal dulu, ada juga dukungan dari pihak yang lebih luas mengalir, seperti dari anggota DPRD Sumut, Bapak Suharto, Bapak Muhammad Yusuf Sastra, Ibu Titin Faisal Matondang (Istri Camat Sei Lepan) dan berbagai tokoh masyarakat yang berada di seputaran wilayah Teluk Aru.” Papar Elvida Hanim dengan nama udaha Bunda Elvi.
“Saat ini, pada usia berjalan 3 tahun Komunitas STAR telah menjadi rumah besar yang memberi pembelajaran pada komunitasnya akan nilai-nilai saling menghargai dan berbagi kasih sayang dalam kebersamaan, saling asih, saling asah dan saling asuh satu sama lainnya.” Tambah Legimin.
“STAR harus mampu menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi anggotanya. Selain itu, STAR juga harus mampu memenuhi kebutuhan anggota dan juga mengembangkan potensi yang ada pada keseluruhan anggota.” Tambah Yusvanida, pendiri lain. Untuk itu STAR menyusun program kerja komunitas, baik offline maupun online dengan bidang-bidang, sebagai 8 badan seperti berikut:
“Berbagai kegiatan sosial masyarakat lainnya juga dilakukan oleh STAR berupa, pembangunan sarana air bersih, donor darah, kunjungan kedukaan (takziah), menghibur yang sakit (besuk bersama), penyelenggaraan event pada hari besar nasional dan hari besar Islam, seperti festival anak saleh, musyabaqoh baca dan hafiz Al-Qur’an, dll. Beberapa program kegiatan sosial maupun yang dijalankan 8 badan di dalam Perkumpulan STAR, sebahagian bekerjasama dengan BITRA Indonesia, Medan, sebagai lembaga pendamping kami.” Kata Salbiah pula.
“Kami ingin, generasi muda dan bahkan semua masyarakat di wilayah kami terhindar dari serbuan narkoba yang telah masuk ke pelosok desa. Begitu juga kita coba menghadang pengaruh negatif perkembangan teknologi dan modernisasi yang dapat menciptakan pergaulan yang kurang sehat. Kami di sini berhimpun untuk berbagi kebaikan. Kita tidak bisa hanya menunggu perubahan tanpa berbuat, maka salah satu upaya kecil untuk menyelamatkan generasi kita dari pengaruh dan kegiatan negatif mereka adalah dengan menciptakan seluas-luasnya sarana dan kegiatan positif.” Demikian pesan Bapak Suharto sebagai Dewan Pembina Komunitas STAR senantiasa mengingatkan dan memotivasi akan pentingnya kebersamaan dan semangat kekeluargaan sebagai kekuatan dasar untuk berbagi kebaikan. (Sukrisnur, Jurnalis Warga, Rakom STAR FM, Brandan Barat).