TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Memberdayakan Pekerja Domestik Indonesia

25/11/2014 , ,

JuliSeptember merupakan bulan yang tidak terlupakan bagi Juliani, 31 tahun, pekerja rumah tangga dari Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk pertama kalinya, ia dan beberapa pekerja rumah tangga lainnya memiliki keberanian untuk meminta kenaikan upah. “Saya tidak pernah memiliki keberanian untuk berbicara dengan yang mempekerjakan saya tentang masalah-masalah saya sebelumnya. Akan tetapi saya merasa memiliki pengetahuan dan keberanian lebih sekarang,” ucap Juliani.

Juliani adalah satu dari banyak perempuan yang mendapatkan manfaat dari proyek ILO (Organisasi Buruh Internasional) Access to Employment and Decent Work for Women (MAMPU), yang bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil lokal, Bitra, dan didanai oleh Pemerintah Australia. Proyek tersebut mempromosikan tentang kesejahteraan dan pemberdayaan dari perempuan yang tidak mampu di Indonesia, dengan fokus utama terhadap perempuan yang menjadi pekerja rumah tangga.

Pekerja rumah tangga termasuk dalam kelompok rentan karena mereka kekurangan perlindungan hukum yang memadai dan pekerja di dalam keadaan terkucil dengan posisi tawar yang lemah. Mereka terlibat melalui cara yang tidak resmi tanpa kontrak tertulis, dan sering mendapatkan kurang dari upah minimum, bekerja dengan jam kerja yang panjang, dan tidak memiliki perlindungan kerja.

Dengan pengetahuan lebih tentang hak-hak mereka sebagai pekerja, Juliani dan teman-temannya bisa merasa percaya diri untuk berinteraksi dengan yang mempekerjakan mereka, meminta kenaikan upah. “Kolektor sebagai perwakilan dari perusahaan merasa kesal dengan permintaan kami. Mereka tidak mau mendiskusikan hal tersebut,” ucap Juliani.

Kendatipun demikian, ia menolak untuk menyerah. Ia kemudian berbicara dengan kolektor tersebut, menjelaskan bahwa kenaikan upah yang diminta bertujuan untuk menutupi naiknya harga barang dan transportasi. “Menerapkan apa yang telah saya pelajari dari pelatihan-pelatihan, saya meminta kepada mereka untuk mempertimbangkan permintaan kami karena kami pun sebelumnya tidak pernah meminta kenaikan upah,” tukasnya.Pada akhirnya, keberaniannya membuahkan hasil, tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk seluruh kelompoknya. “Kami semua sangat senang dengan kabar baik ini.”

Juliani telah menentukan capaian pribadi untuk terusmenerus mengasah kemampuannya, mendapatkan pemasukan yang lebih baik dan mengembangkan kondisi kerjanya. Ia bahkan berbicara dengan suaminya tentang kesetaraan dan bagaimana ia menghargai peran suaminya untuk berkontribusi dalam pekerjaan rumah dan kontribusinya terhadap ekonomi rumah tangga. “Bergerak maju adalah prinsip hidup saya saat ini.”

Sumber: UN in Indonesia, Nopember 2014.

UN-in-Indonesia---November-2014-[ENG-LR]-4

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107