TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Membangun Petani Kreatif Dan Mandiri

05/07/2009

Kalau petani melakukan perlawanan radikal dengan mengadakan barter barang hasil pertaniannya dengan sesama petani lainnya, mungkin saja orang kota, aparat dan pejabat bakal kelaparan. Tapi, apakah pilihan tersebut sebagai upaya pemecahan berbagai masalah yang dihadapi selama ini? Jawabnya tentu tidak. Karena ragam permasalahan mendasar bagi petani beberapa tahun terakhir bukan hanya soal lahan garapan, benih dan pupuk yang hingga sekarang tidak kunjung ada yang penyelesaiannya.

Walaupun selama ini dibanyak tempat dan wilayah, banyak petani berjuang untuk melepaskan dirinya dari berbagai himpitan yang datang dari berbagai penjuru.

Karena itu, sudah saatnya para petani menyusun gerakan untuk mendapatkan hasil yang baik dan memuaskan.Seperti bagaimana supaya petani menggunakan pupuk organik yang lebih murah dan dapat di buat sendiri. Yang bahannya ada disekitar daerah kita dan bagaimana cara mengadakan pelatihan cara-cara membuat pupuk organik. Pelatihan tersebut harus dibuat suatu wadah (organisasi) seperti yang sudah dikerjakan petani di Kalimantan, dengan adanya sebuah bank yang didirikan para petani dengan sistem simpan-pinjam.

Kenapa harus ada organisasi ? Tujuan adanya organisasi petani adalah untuk memperoleh pengetahuan dan pengemb angan pola pemikiran, termasuk untuk mengkritisi kebijakan pemerintah tentang isue pertanian, mampu mengakses pasar dan sebagai sentral informasi-komunikasi.

Harga tidak termanipulasi tengkulak.
Untuk menghilangkan ketergantungan para petani terhadap akses pasar yang sering harga hasil pertanian termanipulasi tengkulak, sudah sepatutnya bisa mencari peluang pasar yang menguntungkan.

Pada umumnya, petani di Indonesia tidak ada perhatian khusus dan yang mendasar dari negara. Malah sebaliknya, kalangan petani di marjinalkan dan di isolir, sementara para kapitalis (pemegang modal) yang dapat menentukan segalanaya, sedangkan petani hanya tinggal dakinya (sisa kotoran yang menempel ditubuhnya).

Kini kawan-kawan petani membut uhkan organisasi nasional sebagai mediator untuk melakukan kegiatan petani yang proporsional.

Dalam hal ini petani pun harus ikut serta dalam gerakan politik praktis sehingga dapat memperbaiki kebijakan pemerintah terhadap pertanian atau para petani yang selama ini terpinggirkan atau lebih sering dijadikan objek. Langkah yang dmikianlah yang dapat menentukan masa depan petani yang kreatif dan mandiri.

Saat ini kegiatan petani tidak hanya sampai pada pengolahan lahan tanah mulai dari menyangkul, menanam, memupuk, menunggu panen dan makan, melainkan para petani dituntut untuk peka terhadap semua kegiatan dan langkah-langkah kebijakan untuk perbaikan ekonomi rakyat, karena hanya ekonomilah yang dapat memenuhi segala kebutuhan hidup. Mari kita bersatu untuk mencapai cita-cita dan harapan bersama.

Reformasi Di Ingkari
Lima tahun berjalannya reformasi ternyata banyak menyisakan gejolak. Ketidak puasan masyarakat, khususnya petani muncul dimana-mana, menganga dan menyayat relung-relung hati rakyat.

Tak pelak lagi, kondisi ini akhirnya memunculkan kecemburuaan di segala lini. Sistem politik, ekonomi dan pemerintah pun digunjingkan, dijadikan bahan perdebatan yang tak kunjung ada habisnya.

Ya…akumulasi dari reformasi yang berjalan ini membuat hukum jadi seperti sapi ompong. Sejumlah jenderal dan petinggi negeri yang sebelumnya di tuding sebagai penanggung jawab tertinggi dari rusaknya tatanan kebangsaan, belum satupun diganjar. Begitupun dengan para elit politik yang sebelumnya lantang meneriakkan perubahan, kini seperti sakit gigi. Mereka memilih diam, bungkam saat menyaksikan keganjilan dan penghianatan terhadap makna reformasi yang dulu mereka gembar-gemborkan setiap hari sebelum menduduki kursi empuk.

Yang kelihatan nyata dan kongkrit sekarang adalah, rakyat di dera sakit hati, kecewa dengan organisasi dan muaknya pemimpin serta orang-orang yang punya kuasa.

Hal ini terjadi karena setiap hari, para pemimpin hanya bisa memberikan janji-janji manis dan omong kosongnya akan menuntaskan masalah negeri yang semakin tak pasti.

Dan kita pun sebagai rakyat sudah capek dan malas berteriak meminta para pemimpin untuk memperhatikan aspirasi rakyat, hingga akhirnya justru kita yang diingkari kini terjebak dalam perangkap, dijadikan alat untuk memuaskan nafsu para penguasa yang harusnya bertang gung jawab atas melencengnya agenda reformasi.

Darmin

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107