Terkait akan dilaksanakannya Musrawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di beberapa desa yang ada di kawasasan Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia melalui kelompok jaringannya melakukan Focus Group Discussion (FGD) guna membantu masyarakat khususnya kaum perempuan desa agar dapat menyampaikan aspirasi serta kebutuhannya.
Adapun desa tempat melakukan FGD tersebut adalah Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, Desa Pulau Gambar Kecamatan Serbajadi, dan Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan. Dimana pada bulan Desember yang lalu tlah dilakukan FGD guna untuk kemajuan perempuan di desa-desa dalam memperjuangkan anggaran yang berpihak.
Kemudian pada bulan Januari 2013 ini BITRA Indonesia kembali melakukan FGD yang bertujuan untuk lebih mematangkan/menguatkan lagi barisan kelompok perempuan dampingannya dalam menghadapi Musrenbang yang akan segera dilaksanakan di penghujung Bulan Januari 2013 ini.
FGD yang dikhususkan untuk kaum perempuan desa ini dipandu langsung oleh Koordinator Program Budget Gender BITRA Indonesia, Siska Barimbing. Hal ini dilakukan sebab selama ini yang terjadi dalam Musrenbang peran masyarakat kurang diperhitungkan terlebih lagi peran serta kaum perempuan.
Sementara berdasarkan Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Bupati Serdang Bedagai, salah satu persyaratan jalannya Musrenbang itu haruslah diikuti oleh kaum perempuan dimana jumlahnya sebanyak 30% dari jumlah peserta yang ikut dalam Musrenbang.
“Oleh karena itulah BITRA didukung oleh Association for Community Empowerment (PKM-ACE), Jakarta, melakukan FGD ini, dengan tujuan untuk lebih membuka pemikiran masyarakat desa khususnya kaum perempuan di desa tentang partisipasi mereka terhadap perencanaan pembangunan pedesaan. Suksesnya Musrenbang yang dilakukan ditingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten adalah kesukses masyarakat yang ada di dalamnya. Karena tanpa adanya masyarakat maka jalannya sistem pemerintahan itu tidak akan pernah ada”, ungkap Siska.
Dalam kegiatan FGD lanjutan yang dilakukan BITRA di kelompok dampingannya, maka terumuslah 2 sektor utama permasalahan yang dihadapi oleh kaum perempuan yakni, sektor ekonomi, dan juga sektor sosial budaya dimana dalam sektor sosbud ini mencakup masalah pendidikan dan juga masalah kesehatan.
Adapun masalah-masalah tersebut antara lain, disektor ekonomi masalah yang paling mendasar ialah minimnya lapangan pekerjaan serta tidak adanya keterampilan khusus yang dimiliki masyarakat. Untuk disektor sosbud antara lain, dibidang pendidikan banyaknya anak yang putus sekolah diakibatkan mahalnya biaya pendidikan serta tidak tepatnya sasaran bantuan yang diberikan. Sementara untuk bidang kesehatan banyaknya masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan kesehatan seperti Jamkesmas, Jampersal, maupun Jamkesda. (ilhampane)