Tanjung Morawa, Kompas – Sekitar 60 keluarga masih menduduki lahan yang diperuntukkan bagi pembangunan Bandara Kuala Namu. Penghuni belum puas dengan pembayaran ganti rugi atas tanahnya. Pemerintah Kabupaten Deli Serdang sedang melakukan negosiasi untuk menyelesaikan persoalan itu.
“Mereka sudah kami beri ganti rugi sesuai dengan luas lahan yang mereka tempati. Kami tidak tahu persis mengapa mereka masih bertahan. Secara hukum, posisi mereka lemah. Tidak ada alasan untuk tetap menduduki lahan bandara,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) Kabupaten Deli Serdang Irman Usman, saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara II, Jumat (18/5).
Usman mengatakan, proses penyelesaian tanah terus diupayakan. Dia meminta kepada PTPN II dan Puskopad (Pusat Koperasi TNI Angkatan Darat) untuk menyelesaikan secara internal terlebih dahulu. “Kami meminta dukungan kepada semua pihak agar bisa menyelesaikan persoalan ini,” kata dia.
Pemkab Deli Serdang, kata Usman, tidak mungkin menambah nilai ganti rugi tanah kepada warga. “Ganti rugi sudah diberikan sesuai dengan luas tanah masing-masing warga,” kata dia.
Pada 29 Juni 2006, Wakil Presiden Jusuf Kalla meresmikan dimulainya pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu, yang akan menggantikan Bandara Polonia. Hingga kini, pembangunan bandara tersebut masih terkendala masalah pembebasan tanah yang belum selesai.
Hadir dalam acara itu Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sofyan Djalil, Menteri Perhubungan Jusman Syafei Jamal, Gubernur Sumut Rudolf Pardede, Kepala Cabang PT Angkasa Pura II Frido Frinaldo, dan pejabat lain.
Sofyan Djalil mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan memang persoalan pelik. “Saya yakin, persoalan ini akan selesai tahun depan. Saya kesini untuk melihat apa persoalan dalam pembangunan bandara ini. Saya minta dalam pembangunan proyek nasional janganlah berpikir sektoral,” katanya.
Menteri Perhubungan Jusman Syafei Jamal menambahkan, perpindahan Bandara Polonia ke Bandara Kuala Namu sudah mempertimbangkan faktor keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa bandara.
Bandara Kuala Namu nantinya akan dilengkapi dengan akses baru. Selain jalan tol, PT Kereta Api Indonesia akan membangun rel kereta api sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan stasiun terdekat, Stasiun Araskabu dengan bandara. Bahkan, direncanakan penumpang bisa check ini di Stasiun Kota.
Sumber : Kompas