Koperasi Bitra Bahagia mengembangkan usaha obat herbal. Bahkan saat ini, produksi obat herbal mereka jumlahnya sudah mencapai 100 pot atau setara dengan 3.000 kapsul setiap bulannya.
Meski upaya untuk memperkenalkan produk ini ke masyarakat tidak mudah, namun mereka optimis lima tahun kedepan akan diterima pasar mengingat maraknya usaha obat herbal yang beredar di pasaran saat ini. “Dalam memproduksi obat herbal ini, proses pengolahan yang kami lakukan sudah menggunakan teknologi laboratorium mini yang higienis,” kata Misdi Syaputra, staf Koperasi Bitra Bahagia, kepada MedanBisnis, Rabu (3/10) di Medan.
Obat herbal dalam bentuk ekstrak itu menurut dia, manfaatnya untuk menyembuhkan berbagai penyakit di antaranya untuk penyakit maag, kanker, asam urat dan lainnya. “Saat ini kami masih dalam tahap pengenalan. Tapi ke depan kami optimis obat herbal yang kami produksi ini mampu merambah pasar Sumut dan daerah lainnya,” kata Misdi sembari menambahkan harga obat setiap produk yang mereka pasarkan sekitar Rp 30.000 per pot berisikan 30 butir.
Dikatakan dia, saat ini mereka sudah memproduksi tujuh item obat herbal, yakni pegagan, sambiroto, kedawung, patikan kebo, kumis kucing, temu lawak dan kunyit putih. “Obat herbal yang kami produksi sebanyak 100 pot tersebut sebenarnya masih jumlah yang sedikit. Masih tergantung permintaan. Dan, kami belum berproduksi banyak karena belum tahu seperti apa pangsa pasarnya,” katanya.
Dalam memproduksi produk tersebut, Koperasi Bitra Bahagia kata Misdi telah bekerjasama dengan laboratorium farmasi Universitas Sumatera Utara, sejak dua tahun lalu. “Kendala kita adalah dalam hal memperkenalkan kepada masyarakat,” katanya seraya menyebutkan penggunaan obat ini memberikan khasiat yang tidak cepat.
Sebelumnya lanjut dia, sejak tahun 2008 mereka sudah memproduksi obat herbal dalam bentuk simplesia (rempah-rempah untuk racikan), kemudian bubuk, instant hingga akhirnya dalam bentuk ekstra. Saat ini sambungnya, produk obat herbal tersebut, dipasarkan melalui praktisi-praktisi kelompok kesehatan alternatif yang didampingi BITRA Indonesia dan juga disalurkan ke empat klinik yang tersebar di empat daerah masing-masing Deliserdang, Binjai, Serdang Bedagai dan Kabupaten Langkat. (cw 01)
Sumber: www.medanbisnisdaily.com
Foto: http://ken-zoo.blogspot.com