
Pohon bambu di tepi Sei Lepan yang tadi malam (13 Juni 2013) daunnya hampir habis dimakan gajah yang keluar dari sarangnya kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL).
Kredit foto: Dewantoro & Iswan Kaputra. — di Dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, kabupaten langkat, Propinsi Sumatera Utara.

Daun pohon Sepatan atau Biak yang dapat diolah menjadi vitamin ternak agar sehat dan gemuk, terutama hewan sapi, kerbau dan hewan ternak yang lain.

Gubuk yang terletak di tanah tinggi dan sempit (semenanjung) semacam tanah genting, sebagai posko untuk pengusuran gajah yang masuk ke kebun karet warga.
Masyarakat yang dipindahkan sejak tahun 1960an sampai 1972an dari sekitar kawasan Binjai, Karang Rejo Tandem, Stabat dan sekitarnya dipindahkan ke lokasi ini oleh negara melalui tangan militer atas permintaan perkebunan besar untuk menjadi pagar hidup agar perkebunan tidak diserang binatang buas dan gajah dari kawasan hutan rimba (saat itu) yang kini menjadi TNGL.

Pak Daud (53 tahun). Pekebun karet yang kali ini kebunnya seluas hampir setengah hektar, diserang 20 ekor kawanan gajah tadi malam. Daud menunjukkan pohon karetnya yang paling besar, ditanam sejak hampir 18 tahun lalu, dan selamat dari serangan gajah. Gajah datang menyerang sebanyak 4 kali dalam 1 tahun. Pohon karet di sekitar yang tetap kecil merupakan pohon korban serangan gajah yang terus disisip/ditanam kembali setelah mendapat serangan gajah.

Pohon karet yang ditanam paling awal dan selamat dari serangan gajah. Bandingkan dengan pohon karet yang kecil-kecil di sekitarnya, yang tidak selamat dari serangan gajah.

Pohon karet berdiameter 20 sentimeter yang dikelupas gajah kulitnya lalu dimakan dan terlihat sisa-sisa bekas gerusan gading pada batang kayu pohon yang menimbulkan garis-garis seperti aksara atau sebuah tulisan pesan yang ingin disampaikan sang gajah, namun kita tidak mengerti apa pesan yang ingin disampaikan tersebut. Mungkin terkait dengan gundulnya kawasan penyangga TNGL, atau juga mungkin soal kawasan inti TNGL yang mulai dirambah manusia…?