Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dengan Komnas Perempuan dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Perkumpulan HUMA, Perkumpulan ELSAM, Sajogyo Institute, Perkumpulan Epistema, Samdhana Institute, Jaringan kerja Pemetaan Partisipatif, didukung oleh organisasi masyarakat lokal seperti AMAN Sumatera Utara, KSPPM, Bakumsu, Hutan Rakyat Institute (HaRI) dan beragam organ mahasiswa, menyelenggarakan “Inkuiri Nasional Nasional Hak Masyarakat Hukum Adat atas Wilayahnya di Kawasan Hutan Indonesia” pada 09 – 12 September 2014 bertempat di Kanwil Hukum & HAM Provinsi Sumatera Utara, Jalan Putri Hijau.
Inkuiri Nasional merupakan kerja monumental oleh Komnas HAM di Indonesia. Inquiri Nasional ini adalah kerja nasional yang membutuhkan dukungan kerja nasional juga. Termasuk dukungan nasional dari media lokal maupun nasional di Indonesia. Sebagai informasi, Inkuiri Nasional terkait Hak Masyarakat Hukum Adat ini dilakukan secara simultan di seluruh Indonesia. Inkuiri untuk regio Sumatera adalah inkuiri kedua setelah Sulawesi.
“Melalui Inkuiri Nasional Regio Sumatera ini, akan diperdengarkan pernyataan korban yang paling menarik dan paling membara di Regio Sumatera. Karenanya inkuiri nasional ini menjadi penting bagi masyarakat hukum adat sebagai pemangku kepentingan, dan pemerintah maupun perusahaan terkait sebagai pemangku kewajiban”. Kata, Suryati Simanjuntak, Panitia lokal dari KSPPM.
Kegiatan inkuiri ini merupakan kegiatan dengan skala yang besar. Untuk regio Sumatera akan menghadirkan para pengusaha yang terlibat dan Masyarakat Adat Desa Pandumaan dan Desa Sipituhuta, Provinsi Sumatera Utara, Masyarakat Adat Margo Semende Nasal, Provinsi Bengkulu, Masyarakat Adat Talang Mamak, Provinsi Riau, Masyarakat Adat Margo Bathin Bahar (Suku Anak Dalam), Provinsi Jambi, Masyarakat Adat Mukim Lango, Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam, dan Masyarakat Adat Marga Belimbing, Provinsi Lampung. Beragam ahli dan akademisi yang memiliki kapasitas akan dihadirkan, diantaranya Prof. Dr. Achmad Sodiki – Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (Hakim Mahkamah Konstitusi masa jabatan 2008 – 2013), Sandra Moniaga – Komisioner Komnas HAM, Abdon Nababan – Sekjen Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Noer Fauzi Rahman – Sajogyo Intitute, serta akademisi dari USU. (Isw).