TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Kawanan Gajah Rusak Kebun Karet Petani

21/06/2013 , ,
Daud, seorang petani kebun karet yang lahannya diserang kawanan gajah di dusun Damar Hitam, desa Mekar Makmur, Sei Lepan, Langkat.

Daud, seorang petani kebun karet yang lahannya diserang kawanan gajah di dusun Damar Itam, desa Mekar Makmur, Sei Lepan, Langkat.

Petani karet di Dusun V Sidorejo Damar Itam, Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat resah karena tanaman mereka diserang kawanan gajah. Ratusan pokok tanaman karet warga rusak. Untuk menghindari serangan yang semakin meluas, masyarakat melakukan patroli dan merencanakan pengusiran tanpa kekerasan.

Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama, Asman Pungut, mengatakan, gajah kerap kali mengganggu tanaman karet yang pada umumnya baru ditanam. Tanaman karet yang umurnya masih muda biasanya patah-patah karena dimakan gajah. Bahkan ada juga yang tercabut dari akarnya. Selain itu, yang pokoknya berukuran besar, biasanya kulitnya terkelupas.

Gajah tersebut, menurutnya akan memakan tanaman karet masyarakat dalam skala yang luas pada saat malam hari karena tidak ada yang mengusirnya. Biasanya, gajah datang dalam jumlah lebih dari 6 ekor. Pada kedatangan terakhir, ratusan pokok karet milik masyarakat rusak akibat dimasuki gajah.

“Yang semalam ini ada 12 – 20 ekor yang masuk,” katanya kepada MedanBisnis, Sabtu (15/6).
Ia menjelaskan, masuknya gajah ke perkebunan karet petani setiap tahun mengalami peningkatan, baik dari sisi jumlah gajah ataupun luasan lahan yang dirusak. Menurutnya, dalam 2 – 5 tahun terakhir, gajah memasuki perladangan karet petani bisa sampai 4 kali. Padahal, sebelumnya hanya sekali setahun saja.

“Ini dalam setahun sampai 4 kali masuk, padahal dulunya sesekali saja,” katanya.

Karena itu, kata dia, untuk mengantisipasi serangan yang lebih luas, warga melakukan patroli di sekitar perladangan yang sebelumnya didatangi gajah. Dalam menghalau gajah, warga biasanya menggunakan bunyi-bunyian seperti lom, yakni pipa besi yang di dalamnya diisi dengan karbit.

“Kalau disulut dengan api bisa meledak, seperti meriam, kita tidak pakai kekerasan,” katanya.
Menurut Daud, petani karet yang ladangnya rusak akibat gajah mengatakan, di ladangnya seluas 6 hektar tidak seluruhnya mengalami kerusakan. Namun demikian, cukup meresahkan karena kebiasaan gajah akan merusak tanaman karet dengan memakan kulitnya sehingga tanaman tersebut mati.

Bahkan ada juga yang tercabut. “Inilah susahnya petani, selama bertahun-tahun menunggu hasilnya, setiap hari menderes getahnya, dalam waktu semalam saja sudah banyak yang rusak,” katanya.

Fitri Noor, staf Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya serangan gajah di Sei Lepan. Namun demikian, pihaknya akan menindaklanjutinya.

Dijelaskannya, selama ini pihaknya melakukan pengusiran gajah dengan bunyi-bunyian. Selain itu, akan dilakukan patroli dengan menggunakan gajah latih binaan yang diambil dari Tangkahan. “Kita juga akan lakukan sosialisasi berkaitan dengan penanganan gajah, dan kalau jumlahnya banyak, maka kita akan lakukan patroli di lokasi tersebut,” katanya. (dewantoro)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107