TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Harga Sawit Anjlok, Hasil 1 ha Setara 1 Karung Beras

09/09/2015 , ,
Kondisi RAM (penampungan TBS sawit) nampak sepi, petani tidak memanen sawitnya karena biaya operasional panen tidak sebanding dengan harga jual.

Kondisi RAM (penampungan TBS sawit) di desa Air Hitam nampak sepi, petani tidak memanen sawitnya karena biaya operasional panen tidak sebanding dengan harga jual.

Harga Tandan Buah Sawit (TBS) di Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara pasca lebaran hingga saat ini terus menerus mengalami penurunan. Saat ini TBS petani hanya dihargai Rp 400/kg. Harga ini merupakan level terendah sepanjang tahun 2014-2015.

Anjloknya harga TBS kian membuat masyarakat tambah susah, pasalnya banyak petani kelapa sawit yang mengantungkan perekonomiannya pada hasil kebun sawit mereka, sebagaimana yang dirasakan Soliman (39) petani sawit dari Desa Air Hitam, Kualuh Leidong, Labuhanbatu Utara. Soliman sangat merasakan dampak dari murahnya harga TBS ini sehingga dia sangat kesulitan memenuhi kebutuhan pangan bagi istri dan ke tiga anaknya, karena satu hektar kebun sawit yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya kini tidak bisa lagi diharapkan.

Harga jual TBS Rp 400 rupiah/kg masih harus dikeluarkan lagi biaya panen dan trnasport yang lebih dari Rp 200/kg-nya. Hasil satu hektar kebun sawit/bulan hanya cukup untuk membeli sekarung beras 30 kg, “kami masyarakat di sini semakin susah dan miskin lah kalau harga TBS cuman Rp 400. Mau makan apa kami? Belum lagi untuk biaya anak sekolah,” ungkapnya.

Keadaan yang kritis ini membuat para petani sawit harus mencari tambahan penghasilan agar mereka tetap bisa bertahan hidup dan tetap bisa melihat anak-anak mereka bersekolah, “untuk menyambung hidup, kami mencari pekerjaan tambahan seperti menjadi buruh bangunan, mencari ikan, pokoknya yang menghasilkan uang kami lakukan asalkan yang halal”, tambah Soliman.

Hadi Siswoyo (38) salah satu tokoh penggerak ekonomi kerakyatan di desa Air Hitam, merasa kecewa dengan pemerintah karena tidak mampu menstabilkan harga kelapa sawit, dia menilai ini bentuk ketidak-berdayaan pemerintah melindungi komoditi rakyatnya, “saya heran kok bisa harga sawit anjlok sampai pada harga Rp 400/kg. Padahal CPO di beli pakai dolar, harusnya dolar tinggi harga CPO juga mahal? Pemerintah, dalam hal ini, harus serius menyikapi masalah, karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Kalau tidak, berarti pemerintah sengaja berkonspirasi memiskinkan rakyatnya! Petani jual hasil dibeli murah sementara petani beli kebutuhan hidup mahal”. Tuturnya dengan nada kesal.

Masyarakat pada umumnya mengharapkan pemerintah atau pihak terkait untuk berupaya agar harga TBS dan hasil bumi petani bisa mendapatkan harga yang layak agar masyarakat tidak terlalu terkena dampak dari krisis saat ini. (Andi Putra Rakom Smart FM).

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107