TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Harga Gabah di Sergai Anjlok, Bulog Diminta Lakukan Pembelian

05/07/2009

Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Soekirman mengungkapkan, harga gabah di tingkat petani di wilayah Sergai terus menurun. Bahkan kini harganya hanya Rp 1.700 per kg atau di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) yakni Rp 1.730 per kg. Untuk itu, Bulog Divre I diminta untuk segera melakukan pembelian gabah.

Soekirman yang juga Sekjen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut ketika dihubungi Medan Bisnis, via telepon, Rabu (30/8) mengatakan, dari laporan HKTI dan DPRD Sergai, serta pantauannya sendiri, penurunan harga gabah di tingkat petani anjlok sejak sebulan lalu, mulai dari Rp 2.100 menjadi Rp 2.000 per kg. Penurunan itu terus terjadi hingga menyentuh level Rp 1.700 per kg untuk gabah kering panen (GKP).

Soekirman mengkalkulasikan kerugian yang ditanggung petani di wilayah Sergai akibat anjloknya harga gabah mencapai Rp 60 miliar. Jumlah ini diperoleh dari produksi padi di Sergai sebesar 200.000 ton per musim tanam, dengan asumsi rata-rata produksi gabah petani 5 ton per hektar dengan luas lahan 40.000 hektar.

“Kalau biasanya harga jual petani Rp 2.000 per kg, tapi dengan harga jual sekarang Rp 1.700 per kg berarti kerugiannya adalah Rp 300 per kg. Sehingga total kerugian petani per musim tanam sekitar Rp 60 miliar. Itu baru Sergai saja, bagaimana dengan kabupaten/kota lainnya di Sumut,” kata Soekirman.

Menurut Soekirman, anjloknya harga gabah ini merupakan dampak psikologis akibat adanya rencana pemerintah untuk melakukan impor beras. Ia menilai, pemerintah pusat tidak konsisten, karena sebelumnya Menteri Pertanian (Mentan) sudah menegaskan tidak akan ada lagi impor beras sebagai upaya untuk memproteksi petani dalam negeri.

Kenyataannya, tiba-tiba Menteri Perdagangan (Mendag) memberikan sinyalemen akan dibukanya lagi kran impor beras. Ini tentu saja berdampak sangat buruk terhadap petani. “Belum lagi rencana tersebut dijalankan tapi sudah berdampak terhadap petani. Padahal, petani baru saja akan menikmati hasilnya tetapi harus dihantam kerugian lagi,” ujarnya.

Karena itu, Soekirman mendesak agar Bulog segera melakukan pembelian gabah. “Kalau ini dibiarkan berlarut, maka kerugian petani akan semakin besar,” tegasnya.

Soekirman juga tidak setuju dilakukannya operasi pasar beras. Sebab, itu justru akan menjadi alasan bagi Bulog untuk mengeluarkan stok cadangannya. “Bulog seharusnya menepati janji, yakni melakukan pembelian gabah sesuai dengah HPP bila harga gabah di tingkat petani di bawah HPP,” katanya.

Ia juga mengatakan, dirinya merasa aneh harga beras di pasaran saat ini justru cenderung naik. Untuk kualitas medium misalnya harga mencapai Rp 4.700 per kg. “Beras naik memanfaatkan efek psikologis tersebut, jadi pedagang bersukaria sementara petani yang semestinya tertolong dengan HPP justru terlindas oleh rencana impor tersebut,” katanya.

Secara terpisah, Humas Bulog Divre I Sumbagut Aris Fadillah mengatakan, pihaknya sudah mendengar tentang harga gabah yang anjlok sejak tiga hari lalu. Tetapi sampai saat ini, pihaknya belum ada rencana untuk membeli gabah petani karena masih akan melakukan pemantauan paling tidak hingga satu minggu ke depan.

“Harga gabah saat ini sedang tidak stabil, karena itu perlu adanya satu kepastian dulu kalau harga gabah memang benar-benar anjlok dan berada di bawah HPP baru kami akan dilakukan pembelian,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, Bulog tidak memiliki kesiapan untuk melakuan pembelain terhadap gabah kering panen (GKP) karena harus melalui proses penjemuran sementara kapasitas lantai penjemuran Bulog sangat terbatas. Yang diharapkan untuk melakukan pembelian GKP adalah KUD melalui kontrak dengan Bulog.

sumber: MedanBisnis (31/08/06)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107