Meneg BUMN Pastikan Kuala Namu Beroperasi Akhir 2009
Medan (SIB)- Menteri Negara BUMN Syofyan Djalil memastikan pembangunan tahap pertama Bandara Kuala Namu yangmenghabiskan dana Rp1,3 triliun akan selesai dan beroperasi pada September 2009.
“Bandara Kuala Namu dipastikan selesai sesuai jadual yang ditentukan, jika memungkinkan diselesaikan lebih cepat,” katanya usai melakukan kunjungan kerja bersama Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal, beseta rombongan direksi BUMN ke kantor PT. Perkebunan Nusantara II, Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat.
Ia mengatakan, BUMN berprinsip tidak menyusahkan dan apa yang terbaik bagi bangsa itu yang terbaik bagi negara sehingga pembangunan akses jalan dan bandara memakai lahan PT. Perkebunan Nusantara II tidak dipermasalhkan. Dia mengakui saat ini 2.365 hektare Kuala Namu masih mengalami kendala pembebasan lahan karena masih ditempati oleh 63 kepala keluarga yang belum pindah dari lokasi itu. “Pemkab Deli Serdang diharapkan bisa mengatasi masalah tersebut agar pembangunan Kuala Namu tidak terhambat,” katanya.
Kepala Bappeda Kabupaten Deli Serdang, Irman DJ Oemar, mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan pembayaran ganti rugi kepada puluhan kepala keluarga yang masih mendiami daerah itu. “Jika mereka bersikeras tidak mau pindah dari daerah itu, kami akan tempuh jalur hukum,” katanya. Bandara Internasional Kuala Namu dibangun di atas bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa. Bandara itu berlokasi di Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang.
Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saat selesai dibangun, Kuala Namu yang diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatera dan sekitarnya, akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta Namun pembangunan Kuala Namu itu tidak terwujud-wujud juga dan kembali mengemuka ketika terjadi kecelakaan pesawat Mandala Airlines pada September 2005 yang jatuh sesaat setelah lepas landas dari Polonia. Kecelakaan yang merenggut nyawa Gubernur Sumatera Utara Tengku Rizal Nurdin tersebut juga menyebabkan beberapa warga yang tinggal di sekitar wilayah bandara meninggal dunia akibat letak bandara yang terlalu dekat dengan pemukiman.
GANTI RUGI LAHAN
Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil memastikan proyek pembangunan Bandara Kuala Namu akan selesai tepat waktu sesuai yang dijadwalkan. Karena itu Menteri melakukan kunjungan kerja untuk memantau lebih dekat segala suatunya di lapangan.
“Menurut pihak Angkasapura, proyek tersebut akan selesai pada September 2009. Namun diharapkan pembangunan Bandara Kuala Namu bisa selesai lebih cepat dari yang direncanakan,” ujar Sofyan Djalil kepada sejumlah wartawan, Jumat (18/5) usai melakukan pertemuan di rumah dinas Dirut PTPN II Tanjung Morawa.
Turut hadir dalam kesempatan itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal, Gubsu Drs Rudolf M Pardede, Dirut PTPN II Bhatara Moeda Nasution, sejumlah pejabat Pemprovsu, Pemkab Deli Serdang dan lainnya.
Ditambahkannya, kedatangannya bersama Menhub dan Gubsu juga untuk memastikan proyek itu tidak terlambat penyelesaiannya, bahkan karena dinilai sangat penting, diharapkan bisa selesai lebih cepat dari penjadwalan. Untuk kemudahan akses menuju ke Bandara Kuala Namu, dilakukan proses pembangunan secara bertahap, baik pembangunan bandara maupun sarana pendukung lainnya seperti jalan menuju ke bandara tersebut. “Harus bertahap. Kemudian akses ke sana, menggunakan city chek in, ada jalur kereta api, itu bagus sekali, sehingga KA di Sumut ramai kembali,” ujarnya lagi.
Mengenai pembangunan jalan tol menuju bandara, Meneg BUMN mengatakan masih akan dipikirkan. Diakui, jalan tol memang cukup memiliki prospek dan kalau ada akan lebih baik. Terkait rencana pembangunan jalan tol dengan menggunakan lahan PTPN II, Sofyan Djalil mengutarakan hal itu akan lebih baik karena akan lebih mudah dalam proses pembebasan tanahnya. “PTPN lebih mudah pembebasannya dari pada jalan bukan milik PTPN,” ujarnya.
Menyangkut ganti rugi lahannya, akan dipikirkan nanti. Jika perlu, PTPN II terlibat dalam pengelolaan jalan tol tersebut. Namun hal tersebut tidak dipandang demi keuntungan salah satu pihak, baik PTPN II selaku perusahaan, maupun pihak lainnya. Akan lebih baik, jika pandangannya kepada kepentingan umum, demi kemajuan bangsa. Hingga saat ini, belum ada perubahan signifikan terhadap apa yang telah diproyeksikan Wapres Jusuf Kalla di Bandara Kuala Namu setahun lalu, ujarnya menambahkan.
Sementara itu, Menhub Jusman Syafii Djamal dalam kesempatan itu mengatakan, rencana perpindahan bandara dari Polonia Medan ke Bandara Kuala Namu sudah dievaluasi dan dilakukan penelitian mendalam terhadap posisi strategis Kuala Namu. Hasilnya, semua mengatakan Kuala Namu cukup layak dijadikan bandara internasional di Sumut. Karena itu tugas Dephub adalah membantu percepatan penyelesaian proyek itu.
Sumber : SIB