TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

CU Perempuan yang Berasas Kekeluargaan

16/09/2011

Profile Kelompok| CU Pelangi

Berawal dari sebuah kelompok olahraga volley ball dan menjadi penggemar setia radio komunitas Suara Akar Rumput (SAR FM) yang terpancar dari daerah Sei Sijenggi, Perbaungan, Serdang Bedagai, kelompok Credit Union (CU) Pelangi terbentuk dengan asas kekeluargaan. Awalnya, beberapa orang perempuan suka kumpul-kumpul dan cerita-cerita seraya berolahraga volley di lapangan yang kini katanya sudah menjadi semak belukar. Kesukaan mereka juga mendengar dan berkunjung ke radio komunitas SAR FM memunculkan ide segar untuk membentuk sebuah kelompok yang berfungsi sebagai wadah untuk membantu perekonomian keluarga.

“Kami sering berkunjung, ya sekedar main-main lah ke Radio SAR, terus disitu kami jumpa dengan mbak Jumarni. Kami cerita-cerita dan dia memberikan kami usulan untuk membentuk CU. Dia bilang kalau CU itu nantinya bias membantu kami yang sulit dalam hal yang menyangkut masalah perekonomian,” kata Misnahati saat wawancara via telepon.

Kemudian perbincangan dengan wanita yang akrab disapa “Bunda Puteh” itu berlanjut sampai mereka berkumpul di rumah Bunda Eki, untuk membicarakan kelanjutan CU yang ingin mereka bangun. Dihadiri sekitar 8 orang, Bunda Puteh menuturkan kalau pada saat itulah terbentuk CU yang mereka beri nama “Pelangi”. “Sempat bingung juga, tapi akhirnya kami beri nama yang sama dengan kelompok volley kami, yaitu Pelangi,” tutur wanita yang sudah dikarunai dua orang cucu ini.

Bertempat di Desa Sei Sijenggi, Dusun 3, Kecamatan Perbaungan, Serdang Bedagai, Sumatera Utara, tanggal 24 April 2009 dinobatkan sebagai milad CU Pelangi. Sebagai langkah awal, dipilihlah Bunda Puteh sebagai ketua kelompok CU, Bunda Eki sebagai sekretaris, dan jabatan bendahara diamanahkan kepada Astania. “Sebagai permulaan, anggota kami berjumlah 14 orang dengan uang wajib sebesar Rp 10,000,- denda 2% dan bunga peminjaman sebesar 2%. “Namun, Alhamdulillah saat ini belum ada yang kena denda.” Jelas Bunda Puteh.

Bunda Puteh kemudian menceritakan kalau CU ini adalah kumpulan orang-orang yang bisa dipercaya. Dipercaya dalam hal pinjam meminjan dan sebagai tempat untuk mengatasi masalah perekonomian keluarga. “Daripada harus meminjam kepada rentenir yang bunga kreditnya bisa mencapai sebesar 10%. Kami berharap CU ini bisa menjadi tempat bagi kawan-kawan, khususnya anggota kelompok untuk mengatasi masalah perekonomian di keluarga,” tambah wanita berumur 51 tahun ini.

Awalnya para pengurus CU Pelangi sempat melakukan ‘door to door’ untuk mensosialisasikan CU Pelangi agar anggotanya berkembang. Bunda terkenang ketika harus mendatangi rumah-rumah anggota yang mengalami kredit macet. “Ada satu dua orang yang mengalami, lalu kita datangi rumahnya untuk mengetahui masalahnya,” tutur ibu yang sehari-harinya berjualan emping sambil berbudidaya tanaman jamur tiram di rumahnya ini.

Sekarang, pada kepengurusan CU Pelangi, Bunda Puteh dibantu oleh Astania sebagai bendahara, Titi menjabat sebagai sekretaris, dan panitia kredit yang terdiri dari  Bunda Reza (Siti Hasnah), Wak Ila (Jumila Elan), dan Rosmini Harahap.

Mengenai anggota, Bunda Puteh menceritakan kalau perempuan adalah ruh dari CU Pelangi. “Kelompok kami semuanya perempuan. Ada yang berdagang bakso, lontong, mieso, es, buka bengkel sepeda motor, dan juga Petani. Alasan kami kenapa tidak mau menerima lelaki, ya karena kami pengen kelompok kami ini semuanya perempuan. Anak bunda dua orang juga termasuk dalam anggota kelompok,” jelas wanita yang sudah dua periode memangku jabatan sebagai ketua kelompok.

Untuk rapat bulanan, CU Pelangi sendiri mengadakannya di sekretariat BITRA wilayah Serdang Bedagai, Sei Sijenggi. “Setiap tanggal 5 di minggu pertama kami adakan rapat bulanan. Agenda yang dibahas biasanya bagaimana kiat-kiat memajukan CU atau mengatasi kendala-kendala yang terdapat di kelompok. Untuk Rapat Akhir Tahun (RAT), biasanya kami melaksanakan pada tanggal lahir kelompok, 24 April. Kami juga memberikan penghargaan kepada anggota dengan jumlah SHU terbanyak dan anggota yang paling sering meminjam berupa bingkisan kado,” papar Bunda panjang lebar.

Kelompok CU Pelangi juga mewajibkan anggotanya untuk membayar iuran wajib sebesar Rp 15.000,- setiap pertemuan. “Awalnya kami menyepakati Rp 10.000,- saja, kemudian sekarang lima belas ribu. Kemarin, ada saran untuk menambah lima ribu lagi, namun saran ini masih dipertimbangkan dan belum ada kesepakatan bersama waktu pertemuan,” tutur wanita yang juga berdagang jamur tiram ini.

Selain uang wajib, tabungan sukarela merupakan aset yang berharga di CU Pelangi. “Jadi tabungan sukarela ini adalah uang wajib yang nilainya lebih dari yang diwajibkan. Misalnya, anggota membayar ke panitia kredit Rp 20.000,- dengan izin dari anggota tersebut, maka sisanya (senilai Rp 5,000,-) dimasukkan ke tabungan sukarela miliknya,” jelas Bunda Puteh.

Saat ini, CU Pelangi sendiri sudah mempunyai 42 anggota dengan pencapaian SHU sekitar tiga juta rupiah per-tahun. Bunda Puteh mengungkapkan dengan adanya CU ini, manfaat yang dirasa sangat membantu, terutama dalam hal perekonomian keluarga. Di akhir wawancara, wanita yang juga anggota RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) ini menyematkan harapan, nantinya CU Pelangi bisa menjadi CU yang besar dan mampu menjadi solusi dalam masalah ekonomi keluarga, terutama dalam hal pendidikan anak. (Andi)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107