Kebersamaan merupakan modal dasar dari sebuah kekuatan. Kebersamaan dapat menghimpun kekuatan yang sifatnya sporadis atau terpisah-pisah menjadi kekuatan yang besar. Begitu juga halnya dengan kebersamaan modal. Kumpulan modal dari beberapa kelompok masyarakat yang digunakan untuk kepentingan masyarakat sendiri ini bisa menjadi kekuatan yang mengalahkan dominasi pemilik modal tunggal.
Seperti kepercayaan yang dipegang Mahatma Gandhi dari India dengan ajaran Ahimsa-nya. Pun Muhammad Yunus, Penerima Nobel dari Bangladesh yang membangun bank orang miskin (Grameen Bank). Kedua tokoh ini membangun masyarakat dengan bermodalkan kebersamaan dan kekuatan pikiran atau gagasan.
Semangat yang sama juga ada pada Credit Union (CU), salah satu program yang terus dikembangkan Bitra Indonesia. Untuk meningkatkan kekuatan modal di CU binaan, Bitra Indonesia mengadakan kongres CU yang menggumpulkan beberapa CU binaan. CU-CU dari beberapa daerah ini akan digabungkan dalam satu wadah yang disebut sebagai CU Induk.
Untuk mencapai tujuan itu, sebuah kongres digelar. Hari itu, 28 Juli 2011, kegiatan diadakan di Training Centre Sayum Sabah (TCSS) Bitra Indonesia di Desa Sayum Sabah, Kabupaten Deli Serdang.
Dihadiri oleh anggota CU yang punya kemauan, pikiran progressive, dan keinginan untuk maju, puluhan orang yang sebagian besar bekerja sebagai petani ini sangat antusias mengikuti sosialisasi CU Induk atau CU Besar. Peserta datang dari tiga kabupaten, Deli Serdang, Langkat, dan Serdang Bedagai. Acara dibuka oleh Listiani, Comdev Manager Bitra dan diteruskan dengan diskusi yang dipandu oleh Anta Tarigan. Mencairkan suasana, Anta mengisi acara dengan berbagai kegiatan yang atraktif.
Di acara ini mereka berdiskusi, berdebat, beradu konsep, dan mendapatkan masukan dari sharing pengalaman dengan narasumber, Rouli Manurung, dari CU Induk Perempuan Pesada, Sidikalang, Dairi.
Perempuan berkaca mata ini berbagi pengalaman dan menceritakan perjalanan serta perjuangannya bersama teman-temannya untuk membangun CU Induk Perempuan Pesada. Rouli bercerita banyak tentang sistematika pembentukan CU Besar.
“Mulai 2006, saya mencoba membentuk CU dan anggotanya sangat cepat berkembang. Awalnya hanya beranggota 70 orang. Kalau sekarang sudah mencapai 5.000 orang,” cerita Rouli. Tentang keanggotaan CU perempuan, Rouli menjawab siapa saja anggota dampingan yang aktif di kelompok berhak bergabung di CU Perempuan Pesada, saat salah satu perserta bertanya
Rouli juga menjelaskan bahwa bergabung di CU sangat banyak keuntungannya. Termasuk mengurangi ketergantungan kepada rentenir. Dengan adanya pinjaman modal dari CU, anggota CU dapat menggunakan uang tersebut untuk membiayai kebutuhan yang lain. Menjawab pula pertanyaan yang dilontarkan Siska, salah satu peserta.
Pertanyaan lain datang dari Zulkifli, dari CU Arif Ersada, Bintang Meriah. Ia menanyakan tentang peminjaman dana dalam sistem keuangan di dalam CU Induk. Dengan lugas Rouli menjelaskan bahwa peminjaman dana dari CU adalah bahwa setiap anggota CU harus memiliki tabungan terlebih dahulu dan besarnya pinjaman tergantung kepada besarnya tabungan dan kesepakatan anggota. Tergantung kepada tingkat kepercayaan anggota.
Rouli juga menambahkan bahwa lembaga yang dimiliki oleh orang banyak seperti CU tidak akan pernah bubar. Ini dikarenakan solidaritas serta kekompakan para anggota yang berada di dalam CU Induk sangatlah besar. Ia juga mengibaratkan dengan sebuah kata bijak, ‘mati satu tumbuh seribu,’ yang maksudnya jikalau ada satu anggota yang keluar, maka pastilah ada lebih dari 1 anggota baru yang akan masuk menggantikan.
Selain mendapat sambutan yang baik dari semua peserta, dengan adanya kegiatan ini, seluruh peserta dari CU yang berbeda diharapkan dapat menyosialisasikan CU Induk kepada kawan-kawan di anggota CU masing-masing. (Andi/Isw)