TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Bu Nurbaiyah: Pekerja Rumahan Tak Pernah Mendapat Perlindungan

23/08/2015 , ,
Nurbaiyah (kiri), ekerja rumahan perempuan bersama Dewi Bhineka (Pendamping)

Nurbaiyah (kiri), ekerja rumahan perempuan bersama Dewi Bhineka (Pendamping)

Saya menyapanya Bu Nurbaiyah (50 tahun), seorang ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Jl. Young Panah Hijau, Marelan, Medan. Untuk membantu perekenomian rumah tangganya, dia bekerja sebagai pekerja rumahan (pengupas udang) selama 2 tahun. Sedangkan suaminya seorang nelayan yang pendapatannya tidak menentu dan terkadang tidak dapat melaut disebabkan ombak besar.

Menurut pengakuan Bu Nurbaiyah, awalnya dia merasa bingung ketika saya datangi. Namun, setelah mengetahui maksud dan tujuan kedatangan saya, Bu Nurbaiyah pun merasa senang. Sebab dia merasa selama ini tidak ada yang memperhatikan mereka, pekerja rumahan pengupas udang yang upahnya sangat-sangat jauh di bawah standar dan tak pernah mendapat perlindungan.

Mulanya saya mengenal Bu Nurbaiyah, orangnya sangat susah diajak bicara dan agak tertutup. Hal ini terlihat dari beberapa kali diskusi kelompok di lapangan, dia tampak pasif. Namun, saya tidak berhenti mengadakan pendekatan, sampai akhirnya saya mencoba melibatkan Bu Nurbaiyah dalam beberapa kali pelatihan dan saya melihat ada perkembangan. Yang tadinya dia malu berkomentar di kelompok, sekarang sudah mulai berbicara dalam diskusi. “Beberapa minggu setelah pertemuan dengan Bu Diana (dari Bitra Indonesia), saya beberapa kali diajak menjadi peserta pelatihan, padahal awalnya saya sangat-sangat menolak karena saya tidak pintar bicara dan tidak mempunyai keberanian. Kalau disuruh ke depan saya langsung keringat dingin dan jantungan. Namun, saya mencoba untuk tetap ikut dalam pelatihan,” tuturnya.

Menurut Bu Nurbaiyah, pelatihan yang pertama dia ikuti adalah K3. Dari pelatihan ini banyak pengalaman yang dia ambil, misalnya banyak mengenal teman sesama pekerja rumahan dari beberapa sektor. “Yang tadinya saya tidak kenal, sekarang sudah kenal. Saya juga mulai berani untuk berbicara walaupun masih sekali-sekali dalam diskusi di kelompok. Paling tidak saya sudah banyak sekali mendapatkan ilmu, kemudian saya diajak kembali dalam pelatihan gender, fasilitator dan yang terakhir pelatihan kepemimpinan yang diadakan di Hotel Grand Antares Medan selama 3 hari,” ujarnya.

Bu Nurbaiyah tampak senang sekali mengikuti pelatihan kepemimpinan. Menurutnya, banyak ilmu dan kata-kata ilmiah (kata-kata orang sekolahan) yang dia tidak mengerti, jadi mengerti. Selain itu, dia suka cara/metode yang digunakan oleh fasilitatornya, dalam membawa materi disederhanakan sekali bahasanya, sehingga mudah dimengerti dan faham maksud dan tujuannya. “Mungkin karena kami tidak ada pendidikan, jadi bahasa orang sekolahan kami tidak faham, sehingga fasilitatornya harus menyederhanakan bahasa tersebut. Saya senang dan berjanji kalau suatu saat saya terpilih jadi pemimpin di kelompok/organisasi, saya siap. Walaupun usia saya 50 tahun untuk melakukan sebagaimana layaknya pemimpin yang telah saya pelajari selama 3 hari di pelatihan. Dan saya sangat bersyukur mengenal BITRA, secara pribadi ilmu saya jadi bertambah dan keberanian saya pun bertambah,” paparnya.

Diana Silalahi (Pendamping Pekerja Rumahan Medan)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107