TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Belajar dari Parkir

25/09/2013 , ,

Parkir-MotorKetika anda memasuki area parkir baik diinstansi pemerintah ataupun swasta dengan atau tanpa penjagaan, seringkali kita melihat susunan kendaraan yang tidak teratur. Area parkir yang seharusnya bisa memuat kendaraan secara maksimal malah tidak optimal akibat susunan kenderaan yang semrawut. Terutama ini terjadi pada area parkir yang tidak ada petugas parkirnya.

Ada juga orang yang begitu tiba ditempat parkir langsung saja meletakkan kendaraan seenaknya, dengan posisi, tempat dan pengaturan kendaraan yang tidak menentu, sehingga akan menyulitkan kendaraan lain yang kan keluar atau masuk area parkiran tersebut, meskipun telah ada tanda dan rambu untuk pengaturan parkir. Lebih parahnya lagi petugas parkir terkadang harus berdebat dengan si pengendara karena meletakkan kendaraannya begitu saja, dengan alasan ingin cepat.

Kalau kita perhatikan orang–orang yang akan memarkir kendaraannya, maka akan tampaklah watak seseorang bagaimana tingkat kepeduliannya terhadap orang lain. Hanya sedikit yang mau benar–benar meletakkan kenderaannya dengan rapi dan benar atau malah mau merapikan kendaraan yang terparkir secara sembarangan, dengan sukarela. Terutama area parkir yang tidak ada petugasnya.

Orang yang baik akan meletakkan kendaraannya dengan dua pertimbangan, yakni bagaimana orang yang telah parkir duluan dapat mengeluarkan kendaraannya dengan mudah dan bagaimana orang yang akan parkir berikutnya juga dapat dengan dengan mudah memarkirkan kenderaannya. Jika kenderaan tersusun dengan rapi di areal parkir maka yakinlah kenderaan yang akan masuk ataupun akan keluar akan lebih mudah dan resiko terjadinya benturan antar kendaraanpun akan semakin kecil. Jika kendaraan diparkir asal–asalan akan banyak masalah yang timbul selain sulitnya kendaraan lain untuk masuk ataupun keluar. Pertengkaran antar pemilik kendaraan-pun sulit dihindarkan.

Cerminan prilaku di area parkir pada banyak tempat di Indonesia sebenarnya sudah menjadi parameter bahwa kepedulian masyarakat di Indonesia sudah sangat berkurang. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari tempar parkir. Pertama, bagaimana kita menyadari bahwa tempat parkir bukanlah milik kita sendiri tapi milik kita bersama. Kedua, membiasakan diri untuk hidup lebih teratur. Ketiga, melatih untuk lebih bersabar. Keempat, membiasakan menyimpan suatu barang dengan tertib.

Terkadang kita merasa ketika meletakkan kendaraan sembarangan agar dapat lebih cepat namun orang yang lain juga berpikir demikian, maka terjadilah kekacauan susunan kendaraan di area parkir yang terjadi malah sebaliknya, ingin cepat, namun menjadi semakin lama ketika akan mengeluarkan kendaraan kita.

Ada pepatah orang tua kita yang pernah merasakan hidup di jaman penjajahan Belanda, “orang Indonesia ketika menyimpan atau meletakkan sesuatu barang prosesnya sangat cepat tapi ketika akan mencari atau mengambilnya kembali prosesnya sangat lama, kebalikannya dengan orang –orang Belanda mereka lama menyimpan atau meletakkan tapi cepat ketika mencari atau mengambil kembali”.

Maksudnya dari pepatah tersebut yakni orang–orang Indonesia kalau menaruh sesuatu atau menyimpan sesuatu kecenderungannya asal–asalan, jika barang tersebut, buku asal lempar saja, kalau itu kendaraan parkir sembarangan saja, ketika ada keperluan maka akan kebingungan mencari buku yang disimpannya itu. Demikia juga diparkiran kenderaan asal letak saja ketika akan mengeluarkan kendaraan dari areal parkir malah jadi lama karena semua meletakkan kendaraan asal–asalan, membuat jalan keluar tertutup.

Jika akan masuk ke suatu instansi baik pemerintah maupun swast perhatikanlah area parkirnya. Bagaimana susunan kendaraan yang terparkir? Jika parkirnya rapi, walau petugas parkirnya tidak ada, kemungkinan besar ruangan di dalam instansi tersebut juga akan rapi, namun demikian juga sebaliknya.

Mulailah dari diri kita untuk memarkir kendaraan dengan rapi dan memperhatikan hak–hak orang lain akan yang parkir di tempat yang sama. Ketika kita akan parkir lihat dulu sejenak apakah tempat tersebut tidak akan mengganggu orang lain yang akan masuk atau akan keluar. Perhatikan juga posisi kendaraan kita, agar jumlah kendaraan yang parkir bisa lebih maksimal.

Sebenarnya jika kita sudah terbiasa demikian maka insting ketika akan parkir pasti berkembang ketika akan parkir dimana saja. Sebenarnya waktu untuk berpikir sejenak itu tidaklah lama, lebih lama lagi jika kita harus geser–menggeser kendaraan lain yang menghalangi kita  karena ketidak pedulian kita ketika akan parkir.

Terkadang harus memaksakan diri kita untuk tertib dalam urusan arsip, parkir kendaraan, meyimpan pakaian, menyusun file di komputer dan lainnya. Mulailah dari hal yang hampir kita lakukan setiap harinya, bagaimana kita parkir kendaraan kita dengan baik.

Catatan: Irsan Water, Jurnalis Warga & Penggiat Kelopok CU Rosela, Desa Stabat Lama, Langkat.

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107