TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Bandara Kuala Namu Rp 4,4 T Siap 2009

05/07/2009

Wakil Presiden Jusuf Kalla meletakkan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan Bandara Kuala Namu pengganti Bandara Polonia Medan senilai Rp.4,4 triliun dengan target selesai tahun 2009. Bandara baru pengganti Polonia Medan terletak di Desa Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, sekitar 50 kilometer dari Medan, Sumatera Utara.

“Saya berharap bandara ini dapat segera diselesaikan walau dananya minim. Dengan demikian bandara ini dapat segera dioperasikan,” kata Kalla sebelum melakukan peletakan batu pertama. Wapres didampingi Menteri Perhubungan Hatta Radjasa dan Menneg BUMN Sugiharto yang juga dihadiri Ketua Komisi V dan Komisi VI DPR Didik J Rachbini dan anggota Komisi VI H Nasril Bahar, SE dan DPD RI, Gubsu Drs H Rudolf M Pardede, Walikota Medan Abdillah, Bupati Deli Serdang Amri Tambunan, Pemred Waspada H Prabudi Said, Ketua Badan Kehormatan DPRDSU Soedjono Humardhani, Ketua Fraksi PAN DPRDSU Ibrahim Sakty Batubara, Ketua DPW PAN Sumut Ir Kamaluddin Harahap, MSc, Ketua Fraksi Gabungan Elbiner Silitonga dan undangan.

Untuk soal nama, sejumlah masyarakat mengusulkan Bandara T Rizal Nurdin International atau Bandara Adam Malik International. “Saya sangat terkesan pada tsunami lalu, Bandara Polonia Medan dengan flight 24 jam memberikan sokongan penuh melayani rute penerbangan yang padat.” Menurut Kalla, tidak ada kemungkinan lain selain membangun bandara baru.

“Di dunia ini, memang tidak ada negara membangun air port dengan mudah.” Kalla membandingkan bandara Polonia Medan dengan sejumlah bandara di kota-kota lain di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi sudah bagus. Medan dan Makassar memiliki nasib sama, yakni memiliki bandara lama. Medan, ujar Kalla, kota paling enak disinggahi karena tidak lebih lima menit langsung masuk kota.

Kondisi Bandara Polonia Perlu Diperbaharui

Walaupun anggaran minim, kata Kalla, pemerintah tetap berupaya memberi perhatian pada masalah ini. “Tidak ada susahnya membangun air port di Medan. Ini harus fast track.” Ini (bandara pengganti Kuala Namu) harus dibikin dengan otak dan otot rakyat Indonesia.

Selama ini, kata Kalla, pembangunan sejumlah bandara di Indonesia dilakukan orang asing. Seperti Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng) dibangun orang Perancis. “Saya kalau ke toilet di Bandara Cengkareng mengalami kesulitan, karena ukuran dibuat untuk standar orang Perancis,” katanya yang disambut gelak tawa undangan.

Kalla juga meyakini pembangunan air port tidak ada yang merugi. “Bangsa bisa besar, jika memiliki fasilitas yang besar.” Untuk permodalan, menurut Kalla, PT Angkasa Pura pasti sanggup. Jual tanah Bandara Polonia Medan saja sudah mendapat Rp.10 triliun. Jika perlu utang, tidak masalah, karena bandara baru tentu balik modal dalam empat tahun.

Sedangkan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa mengatakan, rencana pembangunan bandara baru sudah dimulai sejak 1994, tetapi ditunda pada 2000 karena krisis ekonomi. Bandara Polonia dengan luas 144 hektare terasa sesak karena pergerakan penumpang di desain untuk 900.000 orang setiap tahun. Volume penumpang dari tahun ke tahun bergerak cepat dari 1,7 juta penumpang di tahun 1998 menjadi 4,5 juta penumpang di tahun 2005.

Menurut Hatta, Bandara Polonia Medan sudah tidak memadai untuk dikembangkan dari run way, take away, avron. Bandara Polonia berada di tengah kota sehingga menganggu keselamatan, keamanan, penerbangan dan kenyamanan pengguna jasa.

Menurut Hatta, pengembangan landasan dari kedua sisi dihalangi Sungai Babura dan Sungai Deli. Sedangkan Bandara baru nantinya menempati luas 1.306 hektare dan kapasitas penumpang 9 juta orang dan landasan sepanjang 3.750 meter.

Pembangunan land site meliputi gedung terminal, areal parkir dan lainnya akan dilaksanakan pihak PT Angkasa Pura II dengan dana Rp.2,2 triliun dari ADB dan APBN. Sedangkan air site dengan dana Rp.2,2 triliun akan dilaksanakan pihak PT Angkasa Pura.

Berkaitan dengan rencana pembangunan bandara ini, ujar Hatta, PT Kereta Api membangun jaringan kereta api dari Medan menuju bandara. Titik persambungannya dimulai dari Desa Aras Kabu, Kabupaten Deli Serdang. Sebelum melakukan peletakan batu pertama bandara, Wakil Presiden sebelumnya meletakkan dan memasang alat penambat rel kereta api tersebut.

“Bandara pengganti Polonia akan menjadi bandara pertama memiliki akses Kereta Api Bandara dan City Check In Terminal dengan jarak tempuh 30 menit dari stasiun kota.” Jalur rel akan dibangun dari Aras Kabu menuju bandara itu rencananya sepanjang lima kilometer. Dengan dibukanya jalur kereta api tersebut, nantinya jika bandara telah beroperasi tahun 2009, dapat dilakukan check in city (chek in di luar bandara) di stasiun kereta api Medan, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, dan Labuhan Batu.

Bandara pengganti Polonia dengan luas terminal penumpang sekira 6,5 hektare dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektare dan kargo 1,3 hektar. Bandara akan dibangun dalam tiga tahap dilengkapi beragam fasilitas pendukung seperti hotel, restaurant, club house yang diharapkan menjadi gerbang wisata dan bisnis. Pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatanganan kerjasama antara Direktur Utama PT Angkasa Pura Edi Haryanto dengan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Roni Wahyudi.

Kaca Cockpit Pesawat Wapres Retak

Sementara itu Wapres Jusuf Kalla ganti pesawat balik ke Jakarta, Kamis (29/6) sore, karena kaca cockpit sebelah kiri pesawat Fokker 26 itu retak. Wapres dan rombongan sudah sempat dibawa ke Lanud TNI AU Kelapa Sawit Medan setelah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kuala Namu.

Mendapat kabar pesawat yang akan ditumpangi Wapres terjadi gangguan teknis, akhirnya Wapres memutuskan naik pesawat lain balik ke Jakarta melalui Vip room Bandara Polonia Medan. Menjelang pukul 16:00 Wapres dan rombongan antara lain Menteri Perhubungan Hatta Radjasa, Menteri Negara BUMN Sugiharto, Ketua Komisi V DPR RI dan Ketua Komisi VI DPR RI bersama Aspri dan ajudan Jusuf Kalla tiba di Vip room untuk bertolak ke Jakarta naik pesawat Batavia Air dengan nomor penerbangan JP-594.

Pesawat yang membawa Wapres dan rombongan bertolak dari Bandara Polonia Medan menuju Jakarta pukul 16:50. Sementara rombongan lainnya bertolak ke Jakarta dengan menumpang Garuda Indonesia GA-186 20 menit kemudian. Hingga Kamis sore, pesawat Fokker PK-PJJ F28 terlihat masuk ke gudang besar di Lanud TNI AU Medan.

Demo

Peletakan batu pertama pembangunan bandara internasional Kuala Namu, Deli Serdang diwarnai aksi unjukrasa puluhan warga Pasar VI, Desa Kuala Namu. Warga berunjukrasa di depan Posko Perjuangan tergabung dalam Kerukunan Warga Masyarakat Lemah.

Aksi unjukrasa terdiri orang tua dan anak-anak berpakaian seragam Sekolah Dasar (SD), mengibarkan bendera kertas merah-putih, diblokir aparat. Warga tetap bertahan di Posko berjarak 300 meter dari lokasi peletakan batu pertama. Mereka berorasi diiringi yel-yel bernuansa penindasan hak-hak rakyat.

Dalam orasinya, warga berkeinginan bertemu Wapres Jusuf Kalla untuk menyampaikan keluhan nasib mereka hingga kini tidak jelas, terkait ganti rugi pelepasan tanah untuk bandara tersebut. “Kami tidak bermaksud membuat keributan, hanya kerinduan melihat langsung Wapres,” ujar warga.

Dilempar Batu

Wapres Jusuf Kalla dalam perjalanan dari Medan menuju Deli Serdang menggunakan Kereta Api (KA). Dia turun di stasiun Kereta Api Aras Kabu, Kec. Beringin, Deli Serdang. Tanpa disengaja, tiga bocah pria pelajar sekolah menengah bermukim di Desa Kuala Namu iseng melempar kaca KA ditumpangi Wapres saat menuju Aras Kabu, lokasi peletakan batu pertama pembangunan Bandara Kuala Namu.

Akibatnya, ketiga pelajar itu diciduk aparat kepolisian Resort Deli Serdang. Mereka, SN, 15, pelajar kelas II SMP, warga Beringin, Su, 13, pelajar SMP, warga Beringin dan Ir, 14, warga Dusun Manggis, Desa Tumpatan. Kepada petugas, ketiganya mengaku melempar KA karena iseng. (m47/m32/c06)

Sumber, Waspada, 30 Jun 2006

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107