TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Baksos Kesehatan Datang, Nyeri Pinggang Hilang

24/03/2013 ,

KriseeCuaca panas terik ketika itu dan debu-debu berterbangan di sepanjang jalanan desa akibat truk-truk pengangkut pasir yang melintas. Meskipun udara jadi terasa sesak, berpuluh warga Desa Sudirejo tetap antusias mengikuti bakti sosial pelayanan kesehatan alternatif yang diadakan BITRA Indonesia di Puskesdes, Sabtu (23/3), tepatnya di pinggiran jalan Desa Sudirejo, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Pak Sumardi, panitia kegiatan, bakti sosial dengan pengobatan akupresur dan obat herbal semacam ini sangatlah berdampak positif, apalagi di tengah cuaca dan kondisi jalanan desa yang berdebu yang justru membuat masyarakat rentan penyakit. “Oleh sebab itu, kami berupaya untuk melakukan kegiatan serupa di hari-hari yang akan datang. Harapan kami kepada BITRA, agar senantiasa membina dan memberikan pengetahuan atau ilmu yang sangat dibutuhkan masyarakat Sudirejo,” ujarnya.

Mengenai pengobatan secara tradisional, kata Pak Sumardi, di sini sudah ada sistem pengobat alternatif, namanya Kelompok Sadar, yang pada hari ini bekerjasama dengan BITRA dalam melakukan bakti sosial. Juga sudah ada kegiatan ekonomi seperti Kelompok simpan pinjam (CU) Sadar.

Dalam laporannya Pak Sumardi menjelaskan, panitia kegiatan bakti sosial juga sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan tim medis, yaitu bidan desa untuk mengecek tensi pasien. Sejak Kamis, panitia juga telah mengedarkan sebanyak 70 undangan buat masyarakat Sudirejo untuk mengikuti pengobatan tradisional yang ditangani oleh 15 orang praktisi.

Direktur BITRA Indonesia, Wahyudhi menyambut gembira atas dukungan positif yang diberikan warga Desa Sudirejo untuk kegiatan bakti sosial tersebut. “Kita tahu bahwa di setiap etnis di masyarakat kita rata-rata memiliki keterampilan (kearifan) pengobatan tertentu yang sayangnya pengetahuan itu semakin hari semakin berkurang. Sebabnya mungkin karena masuknya dunia medis modern sampai ke pelosok-pelosok desa, sehingga keterampilan ini jadi kurang diperhatikan,” jelasnya saat memberikan kata sambutan.

“Sebetulnya,” lanjutnya lagi, “kalau keterampilan ini terpelihara dengan baik, ketika masyarakat mengalami gangguan penyakit, sementara puskesmas yang pada jam-jam tertentu tidak buka, maka pengobatan tradisional menjadi pilihan yang lain. Lagipula, ini merupakan potensi masyarakat dan mudah untuk dikembangkan. Apalagi di tengah biaya pengobatan yang semakin hari semakin mahal.”

“Saat ini kita sudah punya praktisi sekitar 200-300 orang yang tersebar di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Serdang Bedagai, Langkat, Deli Serdang, Labura dan Kodya Binjai. Oleh sebab itu, kalau prakarsa ini dianggap baik dan dapat menguatkan kelompok serta mendorong perubahan bagi masyarakat di desa kita ini, kami mohon dukungannya,” jelas Wahyudhi menutup kata sambutannya.

Menyambut harapan Wahyudhi tadi, Suroso, Kepala Desa Sudirejo merasa bersyukur karena masih ada keperdulian salah satu LSM seperti BITRA. Kades yang pada kesempatan ini ikut merasakan terapi listrik oleh salah satu warganya itu optimis dan sangat mendukung atas kehadiran BITRA di desanya tersebut. “Kami atas nama pemerintah desa sangat berterima kasih atas bimbingan BITRA kepada masyarakat di desa ini. Ya, insyaallah ke depannya bisa lebih kerjasama dengan BITRA,” katanya.

Senada dengan Kades-nya, Tumijo (53) dan Sugiarti (43) juga merasa senang atas kegiatan bakti sosial tersebut. Pasangan suami istri yang mengeluh sakit pinggang dan kaki ini mengaku agak enakan setelah mendapat terapi pengobatan alternatif. “Setelah dikusuk tadi nampaknya ada perubahan. Agak enak sikitlah kaki ini, agak enteng,” ujar Tumijo. Pun begitu dengan Sugiarti yang mengaku kakinya sudah tak kebas lagi, kepalanya sudah enteng, gak puyeng lagi.

“Ya, harapan kita kalau bisa kegiatan seperti ini diteruskanlah supaya bisa membantu masyarakat di sini agar berobat tidak begitu susah kali. Kalau bisa ya, ada lagi, sering-sering pun ya gak masalah,” jawab Tumijo dan Sugiarti sumringah saat ditanya tentang kegiatan bakti sosial tersebut. Paling tidak ini juga merupakan harapan dari ke 73 pasien lainnya, termasuk Sutrisno (63) yang mengeluh napas sesak. Lelaki yang dulu berprofesi sebagai pemanjat kelapa ini juga merasa agak lumayan enak badannya setelah diterapi, dan berharap kegiatan ini dapat diadakan lagi pada waktu-waktu mendatang. (Juhendri)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107